LAZISWahdah.com, Makassar – Pembelajaran al-Qur’an dengan metode Dirosa (Dirasah untuk Orang Dewasa) juga diterapkan untuk para narapidana di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar, Jl. Sultan Alauddin Makassar. Program yang terlaksana atas kerjasama Wahdah Islamiyah dengan Rutan ini telah berlangsung selama 4 tahun.

Al-Furqan (29) adalah diantara narapidana yang merasakan manfaat dari program Dirosa ini.

“Semangat saya dalam menghafal dan mendalami baru tumbuh saat saya masuk ke rutan ini. Alhamdulillah, lewat program Dirosa yang diprakarsai oleh teman-teman di Wahdah Islamiyah saya mampu memperbaiki bacaan al-Qur’an saya dengan cepat.” ujarnya saat ditemui oleh LAZISWahdah.org, Rabu (11/4).

Al Furqan bersama beberapa temannya kini menjadi pengajar Dirosa untuk narapidana lainnya di masjid Nurul Iman Rutan.

”Saya akui, hidayah itu baru datang ketika saya berada di rutan ini. Benar-benar nyata jika Allah menghendaki kebaikan untuk diri saya,” kata Al-Furqan yang pernah berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.

Al-Furqan memiliki suara yang indah ketika melantunkan ayat suci al-Qur’an. Ia juga mengaku sudah menghafal Juz 1. Selain itu, Al-Furqan juga berkomitmen untuk mengkhatamkan bacaan al-Qur’an sekali sebulan.

Sahabat, mari berdoa beliau diistiqamahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjadi manusia yang berhijrah sepenuhnya, aamiin.[]

Tinggalkan Balasan