LAZISWahdah.com, Sigi – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah melaksanakan pelatihan pengajar dirosa di Posko Induk Wahdah Islamiyah, Kompleks SD IT Qurrota A’yun Tinggede, Kab. Sigi.
Pelatihan ini merupakan upaya untuk memenuhi banyaknya permintaan masyarakat terhadap pengajar dirosa di kamp pengungsian yang ada di Palu, Sigi maupun Donggala. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (20/11) ini dihadiri sebanyak 138 orang.
Para peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias dengan harapan bisa menjadi seorang pengajar dirosa yang handal.
“Ini adalah awal yang baik. Kedepan kita akan gaungkan Sulteng mengaji dengan metode dirosa agar lebih banyak lagi masyarakat yang mau belajar,” ujar ustadz Jasri Mahari Lc, Ketua Panitia Kegiatan Dirosa.
Rusli (60) adalah salah satu peserta tertua dalam kegiatan ini. Ia mengucap syukur karena diberi kesempatan untuk ikut terlibat. Baginya, dengan adanya kegiatan ini, ia bisa memperbaiki bacaan Al-Qur’an-nya dan berharap kedepan bisa menjadi pengajar.
“Pelatihan ini merupakan dasar pendidikan bagi orang yang belum bisa baca Al Qur’an. Baik dari SMP sampai nenek-nenek seperti saya,” ujar Rusli.
Ustad Qomari, S.P.d sebagai penulis dan penemu dirosa menyampaikan bahwa dirosa ini harus dilakukan di Sulawesi tengah agar orang-orang yang masa kecilnya tidak mendapatkan pendidikan Al Qur’an dapat di bimbing agar pintar membaca Al Qur’an.
“Saya yakin. Asalkan kita bersungguh-sungguh dalam mengusung kegiatan ini dengan terstruktur, masyaralat Sulawesi Tengah bisa lancar membaca Al-Qur’an,” pungkasnya.
Wahdah Islamiyah merupakan salah satu ormas yang ikut terlibat dalam program kemanusiaan di Palu, Sigi dan Donggala. Beberapa kegiatan pembinaan Al-Qur’an di tenda-tenda pengungsian menjadi prioritas utama untuk saat ini. []