Artikel

Rasa sesal pembunuh seratus nyawa membuat dirinya membulatkan tekad untuk bertaubat pada Allah Ta’ala.

Dalam perjalanan menuju tempat hijrah, ajal keburu datang menjemputnya. Namun, karena dia telah menempuh separuh jarak perjalanan, lebih satu jengkal, maka Allah takdirkan malaikat rahmat lebih berhak untuk membawanya.

Sementara itu, ada tiga orang dengan amal sangat mulia. Tapi karena mereka melakukannya demi mengais pujian manusia, Allah justru panaskan neraka pertama kali untuk mereka. Allah seret wajah mereka demi menghinakannya, lalu Allah campakkan ke neraka.

Lantas, apakah berarti lebih baik berbuat jahat saja dulu, baru kemudian bertaubat kepada-Nya?

(Abunnada)

Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi