Cinta dunia menjadikan manusia membabi buta tak peduli kepada halal dan haram, tidak ada lagi rasa takut kepada siksa Allah Ta’ala, ia mencari rizki tanpa mempedulikan hukum-hukum Allah sebagaimana disebutkan dalam hadist:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
“Sesungguhnya akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang tidak memperdulikan dengan apa ia mengambil harta, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram“. (HR Bukhari).
Perkara-perkara ini yang dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atas umatnya apabila kesenangan dunia dibukakan kepada mereka, oleh karena itu beliau menganggap bahwa orang yang rakus dengan dunia dan tamak kepada harta lebih berbahaya dari serigala lapar, beliau bersabda:
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ
“Tidaklah dua serigala lapar yang dilepaskan kepada seekor kambing lebih berbahaya untuk agama seseorang dari orang yang rakus terhadap harta dan kedudukan“. (HR. At-Tirmidzi dan lainnya).
Karena rakus dunia korbannya lebih dahsyat dibanding srigala lapar bagi seekor kambing, adapun rakus dunia apapun akan dia sikat tanpa mau tahu aturan bahkan agama akan dia jual, sehingga sama dengan melepas surga untuk menikmati neraka.
Dikutip dari catatan Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A
Berjudul: “Ke-rengkuh Kembali Kemuliaan Dengan Kembali Keajaran Islam”
—
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Hari kiamat semakin dekat. Tidak bertambah (kemauan) manusia kepada dunia, melaikan semakin rakus, dan tidak bertambah (kedekatan) mereka kepada Allah melainkan semakin jauh.” (HR Al Hakim, lihat Silsilah Al Ahadist As Shahihah)