TPA Pertiwi itu letaknya di Kampung Beru. Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Sabtu lalu (27/6), sebuah mobil logistik berhenti di sana.
Membawa muatan penting. Anda sudah tahu: sarana mengaji.
Ada tiga jenis barang yang diturunkan. Ini yang menarik. Tim Program Tebar Al-Qur’an Nusantara membawa 20 eks Al-Qur’an, 25 buku Iqra, dan 5 buku DIROSA.
Mengapa kombinasi ini penting?
Di Kampung Beru, yang mau belajar mengaji tidak cuma anak-anak. Remaja dan orang dewasa pun punya tekad yang sama. Masalahnya, metode belajarnya tentu tidak bisa disamakan.
Anak kecil butuh Iqra untuk mengeja hijaiyah. Santri tingkat lanjutan butuh Al-Qur’an baru agar bacaannya makin fasih.
Lalu, untuk apa 5 buku DIROSA?
Ini jembatan bagi yang dewasa. Metode DIROSA dirancang agar mereka yang baru memulai di usia matang bisa membaca Al-Qur’an dengan cepat dan sistematis. Sedikit jumlahnya, tapi menjawab kebutuhan segmen yang sering malu mengaji bersama anak-anak.
Hari itu, serah terima berlangsung cepat dan tertib. Pengurus TPA Pertiwi menerima paket lengkap tersebut dengan rasa lega. Logistik mendarat utuh dan genap.
Malam itu di Binamu, suasananya pasti berbeda. Lantunan ayat suci terdengar dari berbagai tingkatan usia. Semua kini punya pegangan masing-masing.
Luaskan manfaat sedekah Anda!