Seseorang sering tergesa-gesa merencanakan sesuatu, dan terkadang ia lupa untuk melibatkan Allah didalamnya, mereka lupa berdoa, lupa jika semua rencana tak akan terjadi tanpa adanya restu dari-Nya
Tapi, saat rencana itu tak berjalan mulus yang muncul hanya rasa kekecewaan saja. Yang ada tinggal sakit hati dalam dada
Kecewa itu siapa yang membuat? Takdir? Bukan, kecewa itu diri sendiri yang buat, karena telah salah meletakkan Allah diakhir rencana
Kita seolah sudah mantap dan berkata saya kuat. Padahal, rencananya belum tentu terlaksana dengan baik.
Sebab, bila rencana yang kita atur sedemikian rupa tadi tetap menjadikan Allah pemandu utama untuk menyelaraskan ingin, maka sudah tentu semuanya akan baik-baik saja walau pada akhirnya rencana yang dikira baik itu ternyata Allah tak menetapkannya untuk terjadi.