LAZISWahdah.com, Palestina — Dalam sebuah keterangan pers, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menamai dirinya dengan Pertahanan untuk Anak Internasional—Palestina. Menyatakan sepanjang tahun 2018, 21 anak gugur bersimbah darah di perbatasan jalur Gaza sementara sekitar 2536 anak lainnya mengalami cidera parah dan terancam cacat seumur hidup.

Sebagaimana dilansir dari laman Republika.co.id (2/7), dari 21 anak tersebut yang memang sengaja ditembaki, 11 orang gugur dengan luka tembak dibagian leher dan kepala.

”Pasukan militer Israel juga telah sengaja membunuh anak di bawah umur dengan menggunakan amunisinya,” tulis pernyataan LSM tersebut kepada awak media.

Tentara Israel kemudian melanjutkan eskalasinya dengan menggunakan kekuatan mematikan dan peluru hidupnya kepada anak-anak Palestina yang tidak menimbulkan ancaman secara langsung. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina juga mencatat, jumlah warga Palestina yang menjadi martir akibat tembakan pasukan militer Israel mengalami kenaikan sehingga menjadi 135 korban. Jumlah ini terhitung sejak gelombang protes warga Palestina pada 30 Maret lalu.

Serangan sporatis tersebut setidaknya membuat 370 orang dewasa mengalami kritis. Hingga kini, berbagai Rumah Sakit di Palestina merasa kewalahan dalam menangani pasien yang setiap hari bertambah. Kekejaman Israel benar-benar sudah diluar batas akal sehat. Genosida yang dilakukannya membuat hampir semua kehidupan di Palestina menjadi lumpuh.

Sahabat, mari kita rehat sejenak memikirkan nasib saudara-saudara kita di Palestina. Mari berdoa dan berjihad dengan harta-harta terbaik kita untuk perjuangan mereka.

Bagi anda yang ingin berkontribusi untuk berkontribusi membantu saudara kita di Palestina, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 085315900900 (call/wa/sms). []

Tinggalkan Balasan