LEKAS PULIH BUMIKU
Kondisinya sama-sama pandemi, yang satu merasa sangat depresi, sebab tak lagi bisa jelong-jelong, gak bisa lagi hang out bareng doi, lagian untuk apa tas-tas branded kalau dirumah aja? Semuanya serba sulit, wah Virus bangke! this is killing me! katanya
Dalam kondisi yang sama, ada mereka yang menjadikan kejadian ini sebagai jembatan. Menghubungkan dirinya dengan Tuhan. Mengistirahatkan jiwanya dari penatnya mengejar pundi dunia. Yang selama ini jarang ia bisa lakukan, saking sibuknya dan habisnya jatah ibadah lantaran pekerjaan menumpuk harta
Anak-anak di rumah, dan anak-anak berarti repot, harus nemenin mereka belajar dan aktivitas. Lalu kapan waktu buat diriku sendiri? I need time for myself! Sampai sore nemenin anak-anak, belum juga jenak rehat, bapaknya sudah datang. Pa ajakin kakak jelong-jelong yah
Dalam kondisi demikian. Ada hati yang terselamatkan. Bahwa usianya yang kian menua, pandemi membuatnya semakin rekat dengan keluarga. Disisi lain, ada pula yang sempit hidup. Tak dipungkiri—warna warni dpandemi menciptakan sejuta momen bagi masing-masing diri dan keluarga
Moga segera berakhir
Sehat selalu negeriku, lekas sembuhlah negeriku
“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari segala keburukan segala macam penyakit” (HR Abu Daud)
@wahdahinspirasizakat www.wiz.or.id www.sedekahplus.com