Gambar santri sekolah dai

Aco Fardiansyah, seorang pemuda berusia 26 tahun, asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia adalah salah satu santri di Sekolah Dai (Tadribut Du’at) Wahdah Islamiyah. Aco memiliki impian besar untuk menjadi seorang guru dan dai yang membimbing generasi muda ke arah yang benar.

Kehidupan Aco tidaklah mudah sejak ia kecil. Ia tumbuh tanpa kehadiran ibu, yang meninggal dunia ketika Aco masih berusia 8 bulan. Hanya ayahnya, seorang wiraswasta yang gigih, yang menjadi penopang dan pelindungnya.

Cita-cita Aco sangat mulia: menjadi seorang guru dan dai. Ia percaya bahwa ilmu agama adalah salah satu warisan terpenting yang bisa diberikan kepada generasi mendatang. Dengan tekad yang kuat, Aco mulai menambah hafalan Al-Quran sejak dini, dan saat ini, ia telah menghafal tiga juz dari Al-Qur’an.

Aco memiliki motivasi kuat untuk menghafal Al-Quran. Pertama, ia ingin memberikan syafaat kepada penghafal Al-Quran di akhirat nanti. Keyakinannya dalam hadis “sebaik-baik ummat adalah yang membaca Al-Quran dan mengajarkannya” mendorongnya untuk terus belajar dan mengajar ilmu agama.

Untuk mencapai cita-citanya, Aco juga bergabung dengan Sekolah Dai (Tadribut Du’at), sebuah program Wahdah Islamiyah yang bertujuan untuk mencetak dai yang kemudian nantinya akan terjun berdakwah dan membina masyarakat dengan ilmu dan al-Qur’an.

Sahabat inspirasi, kamu bisa membantu Aco untuk menggapai cita-citanya dengan mendukung program Sekolah Dai Wahdah Islamiyah. Alhamdulillah hingga kini Sekolah Dai sudah mencetak ratusan alumni dan saat ini sudah berdakwah di tengah masyarakat.

Gambar santri sekolah dai
Gambar santri sekolah dai
Gambar santri sekolah dai