Adakah Kembar Manusia dan Hewan?

Artikel ini adalah konsultasi syariah terkait pertanyaan “adakah kembar manusia dan hewan?”. Adapun bentuk pertanyaannya sebagai berikut:

Pertanyaan:

Bismillah.

Afwan ustadz, mau bertanya. Disini banyak kejadian orang yang mengaku punya anak kembar dimana yang satunya tidak berwujud manusia, seperti hewan (misalnya buaya, cicak ular atau sejenis hewan melata). Kalau dalam pandangan Islam itu bagaimana?

Jawaban

Bismillaah…

Fenomena adanya kembar manusia dan hewan seperti buaya atau ular sangat populer di lingkup daerah lokal tertentu, misalnya Sulawesi Selatan ataupun Sulawesi Tenggara. Bahkan dalam sejarah Buton yang melegenda dikisahkan bahwa salah satu Raja Buton lahir dengan kembaran ular. Hanya saja secara logika dan ilmu biologi atau genetika, hal ini mustahil terjadi karena gen manusia sangat berbeda dengan buaya, ular atau cicak. Lagipula buaya atau ular itu terlahir dari telur yang menetas layaknya anak ayam, sehingga mustahil bisa dikandung dan dilahirkan layaknya manusia. Namun mitos ini nampaknya menyebar luas dalam masyarakat tertentu.

Mungkin sebagian orang akan berdalil dengan kata-kata “Tidak ada yang mustahil bagi Allah” atau bahkan ayat Al-Quran: “Dia berbuat sekendaknya” (QS. Al-Buruj: 16).

Akan tetapi kesamaran lahirnya kembar berbeda spesies ini, atau tertutupnya proses kelahiran kembar ini membuat ada banyak keraguan tentang hal ini. Adapun bila ada maka dikhawatirkan ada oknum tertentu yang sengaja membuat-buat hal ini dengan modus dan tujuan tertentu. Anehnya, kejadian ini tidak pernah terdengar ada di RS lewat persalinan dengan jasa bidan, namun kebanyakannya terdengar dari persalinan tertutup alias dengan menggunakan jasa dukun.

Dan secara umum Islam tak akan bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan logika sehat manusia.

Wallaahu a’lam.

Dijawab oleh Ustad Maulana La Eda, Lc. hafizhahullah

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening