Sebuah narasi percakapan Iblis kepada anak buahnya beredar di media sosial, tak terlacak sumbernya, namun isinya mencoba menyentak kesadaran, mari petik hikmah kita yang hilang:
“Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!”
Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi.
Jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya.
Biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis utk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yg didapatnya.
Setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri. Buatlah ia merasa kurang dan kurang dari sisi materi, sehingga mudah mengeluh kepada suami dan anaknya.
Sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan dan kesenangan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.
Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga.
Jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya.
Gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya, dari suaminya.
Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura surga dalam rumah.
Dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang IBU.”
Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu.
Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya setan.
Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu.
Wahai ibu..
Jangan biarkan setan mengambil itu.
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah.
Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri, jika kau pandai menghargai dirimu.
Ringankan tugasmu Bu, jangan menekan dirimu terlalu keras. Sesekali tak masalah rumahmu kotor, tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan.
Jangan terjebak dalam waktumu Bu, sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya.
Rehatlah…
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo utk segarkan diri.
Sekadar menepi, menepilah…[fm]