Banjir itu ironi. Saat datang, air melimpah. Begitu surut, air bersih justru jadi barang mewah. Semuanya berubah jadi lumpur.
Rabu (28/1), Relawan WIZ bergerak ke Bireuen. Tepatnya di Mushola Darul Aman, Desa Mause, Kec. Kutablang. Mereka tidak membawa nasi bungkus, tapi membawa mesin bor! Ini bukan kali yang pertama.
Ini adalah Titik Kesembilan! WIZ tidak main-main. Alhamdulillah. Semuanya bekerja atas izin Allah. Termasuk dukungan dari Masyarakat Indonesia. Mereka paham, memberi bantuan darurat itu penting, tapi memberi sumber kehidupan itu jauh lebih dahsyat.
Kenapa di Mushola?
Karena mushola adalah pusat gravitasi warga.
Tempat shalat sekaligus tempat berkumpul paling aman pasca-bencana.
Bayangkan, ada 200 Kepala Keluarga yang terbantu. Kalau satu rumah ada 4 orang, berarti 800 nyawa kini tak lagi pusing mencari air untuk minum, masak, dan wudhu.
“Semoga jadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujar Ustadz Yasir, relawan di lapangan.
Banjir memang menyisakan duka. Tapi sumur bor kesembilan ini membuktikan: Kepedulian kita harus lebih dalam dari lubang bor mana pun. Airnya mengalir, pahalanya pun mengalir. Luar biasa! ✊✨
📍 Lokasi: Mushola Darul Aman, Desa Mause, Bireuen, Aceh.
#WahdahInspirasiZakat #WIZ #Bireuen #Aceh #SumurBor #AirBersih #SedekahJariyah #RelawanKemanusiaan
Luaskan manfaat sedekah Anda!