Banjir di Bireuen memang sudah lewat. Tapi penderitaannya belum. Salah satu yang paling menyiksa Adalah krisis air bersih.
Selasa sampai Rabu (28/1/2026) kemarin, mesin bor kembali menderu. Kali ini di Desa Pante Gaja, Kecamatan Peusangan. Titiknya sangat strategis. Pondok Pesantren At-Taqwa.
Kenapa di Pesantren? Karena di sana ada santri, ada jamaah masjid, dan ada warga sekitar yang setiap hari butuh air untuk suci dan konsumsi. Bencana boleh merusak akses air di permukaan, tapi WIZ atas izin Allah dan dukungan donatur, memilih menjemput air dari perut bumi.
Ini langkah jangka panjang. Bukan sekadar bantuan sekali habis.
Bayangkan senyum para santri dan warga. Sekarang mereka tidak perlu lagi bingung mencari air layak untuk wudhu dan masak. Beban pasca-bencana pun terasa lebih ringan.
Ini bukan cuma soal pipa dan mesin bor. Ini soal ketahanan komunitas. Soal bagaimana sebuah lingkungan bangkit kembali setelah dihantam banjir dan longsor.
Logikanya sederhana: Di mana ada air bersih, di situ ada kehidupan yang sehat.
Terima kasih para donatur. Pengeboran ini adalah bukti bahwa solidaritas kita tidak ikut hanyut oleh banjir. Airnya jernih, manfaatnya abadi. Luar biasa! ✊✨
📍 Lokasi: Ponpes At-Taqwah, Desa Pante Gaja, Peusangan, Bireuen.
Luaskan manfaat sedekah Anda!