AKU IRI
Aku iri, kenapa aku masih belum bisa seperti mereka, yang hidupnya bisa menjadi manfaat untuk banyak orang, yang hidupnya memang untuk beribadah kepada Allah, hidupnya berkah, penuh manfaat, disukai banyak manusia
Aku iri, iri dengan mereka yang mempunyai ilmu agama yang baik, sedangkan diriku masih segini saja tentang pemahaman agama. Aku iri, kenapa aku masih tak bisa seperti mereka, masih keluh saat membaca Al-Qur’an. Belum lancar, bagaimana lagi untuk menghafalkannya
Aku iri, dengan mereka yang telah menikah. Punya keturunan yang baik. Rezekinya berkah, suka menolong dan membantu orang. Pada mereka yang siang harinya bekerja, dan dimalamnya tak lupa untuk sholat malam
Aku iri pada mereka yang tidak pernah lupa untuk mengaji dalam kesibukannya. Tak pernah lupa bersedekah dalam kesempitannya. Tak lupa orangtua saat ia berada di tanah rantau. Pada mereka yang selalu mengisi hari-harinya dengan kebaikan. Kebaikan yang memberikan cahaya ketenangan bagi sekitarnya
Aku iri
Benar-benar iri
……………
“Tidak diperbolehkan iri hati kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai (ilmu) Al Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Tarmidzi, dan Nasa’i).
@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com