Begini Konsep Pendidikan Guru Keluarga Imran

wiz.or.id – Pendidikan adalah tema yang terus dibahas. Inilah mesin utama peradaban, menghasilkan manusia paripurna. Al-Qur’an memuat beberapa teladan dalam pendidikan. Adalah keluarga Imran disejajarkan dengan para Nabi. Dipilih karena kemuliaan keluarganya. (lihat QS. Ali Imran ayat 33).

Kemuliaan bisa kita raih dengan menjaga, memperbaiki, melindungi keluarga dari api neraka. Menjadi guru keluarga misalnya. Mendidik generasi sebagai perwujudan dari keimanan.

Berikut adalah konsep pendidikan guru keluarga Imran:

Berusaha Menjadi Orang Tua Shalih

Imran adalah orang yang shalih. Istrinya, anaknya dan cucunya keluarga yang shalih. Generasi yang shalih lahir dari pendidikan orang tua/guru yang shalih pula. Proses pendidikan dimulai dari menghadirkan guru yang shalih. Orang tua merupakan guru terbaik anak-anaknya harusnya berusaha menjadi shalih lebih dulu. 

Menjadi orang yang shalih dibutuhkan ilmu. Butuh usaha terus mengubah diri menjadi lebih baik. Mendidik hakikatnya membagi kebahagiaan yang telah kita dapatkan. Kalau kita berusaha menjadi orang shalih semoga kelak anak keturunan juga demikian bahkan lebih baik.

Mendidik ibarat investasi aset amal shalih. Para orang tua hendaknya mengambil peran mengajari langsung anaknya seperti akidah, ibadah dan adab. Mengajari anaknya mengaji, shalat atau ilmu yang berkaitan fardhu ‘ain.

Mendidik Niatnya Ibadah

Seperti istri Imran meminta agar usahanya mendidik anak diterima sebagai amal shalih. Kebaikan yang diniatkan ibadah. Jika tidak, proses pendidikan hanya melelahkan bahkan hampa.

“(Ingatlah), ketika istri ‘Imran berkata, “Ya Rabbku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 35). 

Istri Imran bernadzar kelak anaknya menjadi hamba yang mengabdi kepada Allah, muharraran. Tujuan mendidik adalah bagaimana anak didik kita merdeka. Merdeka ketika hanya Allah menjadi Rabbnya, tempat berlindung dan meminta pertolongan. Bukan bebas merdeka melakukan apa saja tanpa mengikuti panduan syariat.

Amal kebaikan jika ingin diterima, syarat-syaratnya harus terpenuhi. 

Pertama, keikhlasan niatnya. Mendidik semata karena Allah, melahirkan generasi pejuang. Bukan tujuan duniawi, hanya untuk anaknya sukses dalam takaran materi.

Kedua, dilandasi ilmu sesuai konsep pendidikan Islam. Konsepnya, caranya harus berbasis ilmu. “Orang yang berakal adalah” kata Imam Mawardi. “Orang yang menambah atau menyandarkan akalnya kepada akal-akal para ulama”. Setiap orang bisa saja membuat konsep pendidikan sendiri. Adalah teladan terbaik sesuai konsep pendidikan Al-Qur’an dan sunnah atas pemahaman para ulama salaf. 

Agar Mendidik Lebih Mudah, Sesuaikan Konsep Islam

Setelah meluruskan niat mendidik sebagai ibadah, selanjutnya berdo’a. “Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Rabbku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan…”(QS. Ali Imran: 36).

Istri Imran berharap anaknya lelaki, ternyata yang lahir perempuan. Tetapi ia tetap berprasangka baik kepada Allah. Manusia boleh mengajukan permintaan apa saja kepada Allah. Namun apa yang Allah berikan pasti lebih baik dari hal paling kita minta. Apa yang Allah pilihkan jauh lebih baik dari yang kita harapkan. 

“… Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.” (QS. Ali Imran: 36). 

Hannah berdo’a dan berusaha agar anaknya dijauhkan dari gangguan setan. Program pendidikan intinya bagaimana menjauhkan anak dari kebiasaan atau hal yang disukai dan bisa menjadi teman setan. Anak kita harus dijaga agar tidak mendekati semua hal yang mendekatkan pada langkah-langkah setan. Berusaha menjalankan sesuai konsep Islam, berharap diterima sebagai amal ibadah

Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria …” (QS. Ali ‘Imran: 37).  

Jika sudah diterima, proses pendidikan jadi lebih mudah kita jalankan. Allah Azza wa Jalla yang akan menumbuhkan, memudahkan membentuk manusia yang baik. Sebab kemampuan kita terbatas, punya kekurangan dalam mendidik. Kita butuh pertolongan dan melibatkan Allah.

Jika kita sudah berusaha menjadikan Islam sebagai pandangan hidup dalam pendidikan, Allah yang akan menutupi kekurangan kita dalam mendidik. Kalau kita sudah berupaya mendidik sesuai yang Allah inginkan, hasilnya keajaiban pada anak dan juga pendidiknya.

“…Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Ali ‘Imran: 37). 

Zakaria yang mendidik Maryam menyaksikan keajaiban. Maryam menjadi orang yang mulia dan mendapatkan rezki yang tidak disangka-sangka. Lalu Zakaria meminta keturunan pun dikabulkan. (Lihat QS. Ali Imran: 38). Istri Zakaria yang sudah tua melahirkan anak yang kelak menjadi Nabi, Yahya. 

Jika kita mendidik sesuai konsep Islam dan Allah meridhainya, hasilnya keajaiban. Allah memberikan keajaiban pada anak didik juga pendidiknya. Mendidik ladang amal kebaikan yang berkah.

Pendidikan pada dasarnya menjalankan dengan baik berbasis proses. Lihatlah para Nabi dan Rasul terdahulu, ada yang hanya memiliki beberapa pengikut setelah berdakwah puluhan tahun. Diantara keluarganya pun ada yang tidak menyambut dakwahnya. Seperti Nabi Adam dan anaknya. Nabi Nuh, Nabi Luth dan istrinya. Rasulullah dan pamannya Abu Thalib. Mereka tidak disebut gagal mendidik. Mereka telah berhasil karena menjalankan sesuai tuntunanNya. 

Tugas kita menjalankan proses pendidikan sesuai konsep Islam. Adapun hasilnya adalah ketetapan Allah Azza wa Jalla. Jika kita mendidik sesuai yang Allah ridhai, akan banyak kebaikan dan keajaiban terjadi. 

Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening