LAZISWahdah.com, Sulawesi Utara — Moussa (Dimitry Sportgitas) dan Imran (Alexandre Hazard) memang sudah memeluk Islam sebelum datang ke Indonesia. Dalam perjalanan religinya, keduanya menemukan begitu banyak kebesaran Ilahi. Allah khususnya dirasanya hadir saat-saat sulit dalam hidupnya. Bahkan ia merasa, hanya Islam yang mampu menenangkan hatinya.
Kedatangan keduanya ke Indonesia bukan tanpa alasan. Moussa salah satunya, ia mengaku bahwa salah satu yang menarik hatinya untuk datang ke negeri ini adalah karena suasana dan kondisi alamnya yang masih asri, tidak seperti di negaranya yang sudah tercemar.
Moussa bapaknya adalah seorang Yunani dan Ibunya orang Belgia. Beliau hidup di lingkungan orang Turki dan Maroko yang berada di daerah imigran Belgia. Maka tak salah, ia mengenal Islam dari komunitas tersebut.
āBeliau tidak mau lagi pulang ke Belgia karena mau menjaga agama sebab disana kurang sekali orang Islam. Ibunya pernah datang berkunjung ke rumahnya dan Bapaknya berencana juga mau datang tahun depan. Orang tuanya masih tetap dengan agamanya,ā ucap ustadz Maāna Shaleh, dai Wahdah Islamiyah Bolaang Mongondow yang juga merupakan guru mengaji dua muallaf tersebut.
Dari pengakuaannya, sekitar tahun 2013 lalu Moussa bersama Imran datang ke Indonesia dan akhirnya memilih untuk tinggal di Bolaang Mongondow bersama anak dan istrinya yang juga merupakan orang Indonesia. Untuk menghidupi keluarganya, mereka berdua bekerja sebagai pedagang keliling dan berkebun.
Saat ini, mereka tinggal di Desa Tangagah Kec. Bolaang Uji, Kab. Bolaang Mongondow Selatan bersama dengan keluarga kecilnya.
āSaya melihat langsung bagaimana semangat dua saudara kita ini yang begitu tinggi dalam berislam. Jamaahnya Masya Allah bagus, mengajinya apalagi. Walau saat ini mereka masih dalam tahap dirosa yang kami gagas di Bolaang Mongondow ini,ā tambahnya.
Moussa dan Imran mengatakan bahwa hidup tanpa Islam rasanya gamang. Mereka mengaku bahwa karena Islam mereka bisa bertahan hidup di negeri orang. Tak hanya itu, dengan penghasilannya yang seadanya, ia mampu menghidupi keluarganya itu dengan layak.
āSemuanya karena Islam,ā ujar Moussa. []