BERJUANG TAWARKAN BATAGOR DAN SOMAI, DEMI JADIKAN ANAK HAFIZH AL-QUR’AN

“Dua orang anak saya masuk Pesantren. Tiap bulan saya harus berjuang menghasilkan uang untuk biaya mereka. Semoga mereka bisa jadi penghafal Al-Qur’an” (Nursiah, pedagang batagor dan siomai)

—-
Sahabat, namanya ibu Nursiah Daeng Lukmuk. Pedagang batagor dan somai yang sering terlihat menjajakan barang dagangannya di sekitar jalan Dusun Sumbarrang, Desa Borong Pala’la, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa

Setahun sudah beliau bersama suami menggalang tenaga. Menafkahi anaknya yang sedang berjuang belajar di Pesantren. Bukan hal mudah, krisis pandemi yang sudah masuk ke tahun kedua, membuat suami ibu Nursiah jadi korban PHK. Ia juga mempunyai penyakit, yang membuat tenaganya tak semaksimal dulu

Inilah salah satu alasan mengapa suaminya juga turut membantu. Sebab sampai sekarang, ia belum mendapatkan pekerjaan

Sahabat

Jangan biarkan bendera putih terpasang di depan lapak pedagang kecil
Jangan biarkan mereka mengibarkan bendera putih meskipun cuman sekali

Jika pedagang di kotamu sudah memasang tanda ini, itu artinya kamu harus berbuat sesuatu! Jika mereka sudah mengangkat tangan, itu artinya mereka sudah tak berdaya

Bendera putih banyak dikibarkan oleh para pedagang di beberapa kota di Indonesia. Ini menjadi bentuk protes mereka, karena kebijakan PPKM yang belum usai

Melalui dana zakat ini, orang seperti ibu Nursiah bisa kita bantu. Agar lebih mandiri, lebih berdaya, dan tetap bersabar selama pandemi. Yuk share doamu untuk semua pedagang UMKM terdampak Covid dengan menekan tombol “💪🏻 Semangat Kalian” di kolom komentar yuk!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *