wiz.or.id, Parigi Moutong – Menjadi seorang dai utusan memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah harus rela meninggalkan kampung halaman dan keluarga, termasuk saat momen Lebaran.
Seperti yang dialami Fahri Azhar, dai muda alumni STIBA Makassar asal Bantaeng. Sudah dua tahun Fahri bertugas di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebagai dai utusan Wahdah Islamiyah.
Tahun ini, Fahri kembali tidak bisa mudik Lebaran karena harus bertugas sebagai khatib Shalat Ied di Ampibabo.
Namun, kerinduan Fahri untuk berkumpul dengan keluarga terobati dengan kedatangan relawan Wahdah Islamiyah Zakat (WIZ) Parigi Moutong yang mengantarkan Bingkisan Lebaran untuknya pada Rabu (3/4/2024).
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada WIZ dan para donatur atas Bingkisan Lebaran ini. Senang sekali rasanya mendapatkan perhatian dan penghargaan seperti ini,” kata Fahri dengan senyum bahagia.
Fahri mengaku, meskipun tidak bisa mudik, Bingkisan Lebaran tersebut cukuplah untuk mengobati kerinduannya akan kampung halaman.
“Semoga WIZ dan para donatur selalu dimudahkan urusannya dan dilancarkan rezekinya,” ujar Fahri.
Koordinator WIZ Parigi Moutong, Muhammad Irfan, mengatakan, Bingkisan Lebaran untuk dai merupakan program tahunan WIZ sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para dai yang telah berdakwah di pelosok daerah.
“Tahun ini, kami menyalurkan Bingkisan Lebaran kepada 50 dai di wilayah Parigi Moutong,” kata Irfan.
Irfan berharap, Bingkisan Lebaran tersebut dapat memberikan semangat kepada para dai untuk terus berdakwah dan menyebarkan syiar Islam di pelosok daerah.[]
Baca juga: WIZ Parigi Berbagi Bingkisan Lebaran Untuk Pengajar Al-Qur’an di SDIT Al-Ihsan Parigi
Luaskan manfaat sedekah Anda