Fikih Qunut Nazilah buat Palestina dan Umat Muslim

Qunut Nazilah merupakan doa yang dilakukan dalam salat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah Ta’ala terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah. 

Doa ini dapat dilakukan di berbagai waktu, terutama dalam salat sunnah atau salat wajib. Mengenai dukungan untuk Palestina, konflik di wilayah tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan banyak penduduknya yang terus menghadapi penderitaan akibat konflik bersenjata dan ketidakstabilan politik. 

Banyak orang di seluruh dunia, termasuk umat Muslim, mengekspresikan solidaritas dan dukungan mereka kepada rakyat Palestina yang terus berjuang untuk hak-hak mereka, termasuk hak untuk hidup dalam damai, merdeka, dan tanpa penindasan.

Qunut nazilah pernah diamalkan oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- selama sebulan ketika kehilangan para sahabatnya di Bi’r Mu‘anah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik -radhiyallahu’anhu- : “Suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan meminta bantuan orang kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk berlindung dari musuh, beliau -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberikan bantuan 70 orang Anshar yang kami sebut sebagai Qurra’. Ketika 70 orang Anshar ini berada di perjalanan dan sampai di sumur Ma’unah, mereka dibunuh dan dikhianati oleh suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan. Berita ini sampai kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka beliau melakukan Qunut Nazilah selama sebulan pada salat subuh mendoakan kehancuran terhadap suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lahyan.” (HR. Bukhari)

Qunut nazilah biasanya dibaca pada raka’at terakhir setelah ruku’. Kebolehan qunut nazilah pada shalat lima waktu ini ditegaskan oleh Imam al-Nawawi dalam Syarah al-Muhadzdzab.

 أن النبي صلى الله عليه وسلم قنت في غير الصبح عند نزول الناولة حين قتل أصحابه القراء 

Artinya, “Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca qunut selain salat subuh ketika ditimpa musibah, yaitu terbunuhnya para sahabat al-qurra.’” 

Terkait bacaan yang dibaca saat qunut nazilah, Syekh Nawawi al-Bantani berpendapat tidak ada redaksi spesifik qunut nazilah. Setiap lafal yang mengandung doa boleh dibaca pada saat qunut nazilah dan doanya disesuaikan dengan konteks musibah yang dialami. Syekh Nawawi dalam Kasyifatus Saja mengatakan.

والقنوت هو ذكر مخصوص مشتمل على دعاء وثناء ويحصل بكل لفظ اشتمل عليهما بأي صيغة شاء…ولم يصرح العلماء عن لفظ قنوت النازلة وهو مشعر بأنه كقنوت الصبح لكن الذي يظهر كما قال ابن حجر إنه يدعو في كل نازلة بما يناسبها وهو حسن قاله الباجوري 

Artinya, “Qunut adalah zikir tertentu yang mengandung doa dan pujian. Qunut dibolehkan dengan membaca lafal apapun selama mengandung doa dan pujian… Para ulama juga tidak menentukan lafal qunut nazilah yang spesifik. Ini menunjukan bahwa lafal qunut nazilah bahwa ia seperti halnya qunut subuh. Tetapi, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa doa qunut yang dibaca disesuaikan dengan musibah yang terjadi. Ini lebih baik sebagaimana dikatakan Al-Bajuri.” 

Kebanyakan masyarakat Indonesia membaca qunut nazilah seperti halnya doa qunut shubuh, tetapi setelah itu ditambahkan dengan doa lain yang berkaitan dengan musibah yang ditimpa oleh umat Islam. Tentunya doa itu dilafalkan dalam bahasa Arab. Pada saat qunut nazilah, kita disunahkan juga mengangkat kedua tangan, sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Al-Majmu’.

Lafal Doa Qunut Nazilah

Selain doa qunut subuh, pada qunut nazilah ini ada baiknya kita menambahkannya dengan doa qunut yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar ra. Berikut ini merupakan lafal doa qunut nazilah, yang disarikan dari Hasyiyah al-Bajuri 

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ 

Allahumma innā nasta’īnuka wa nastaghfiruka wa nastahdīka wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alayka wa nusni ‘alayka al-khayra kullahu. Nashkuruka wa lā nakfuruka wa nakhla’u wa natsruku man yafjuruka. Allahumma iyyāka na’budu wa laka nusalli wa nansjudu wa ilayka nasa’u wa nahfidu. Narghu raḥmataka wa nakhsha ‘adhābaka. Innā ‘adhābaka bil-kuffāri mulhaq.”

Artinya: Ya Allah, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan salat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 

Allahumma ‘azzib al-kafarata wal-mushrikin, a’da’a ad-dini alladhina yasudduna ‘an sabiilik wa yukadhdhibuna rusulak wa yuqatiluna awliyaa’ak. Allahumma-ghfir li-l-mu’minina wal-mu’minat, wal-muslimina wal-muslimat, al-ahyaa’i minhum wal-amwat. Innaka qareebun mujeebu ad-da’awat. Allahumma aslih dhata baynihim wa allif bayna qulubihim wa j’al fi qulubihim al-iman wal-hikmah, wa thabbit-hum ‘ala millati nabiyyika wa rasulika, wa awz’ihim an yufoo bi ‘ahdika alladhi ‘ahadtahum ‘alayh, wa ansur-hum ‘ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilaha al-haqqi, waj’alna minhum. Wa sallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sahbihi wa sallam.”

Artinya: Ya Allah, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, keluarga, dan para sahabatnya. 

Lafal Doa Qunut Nazilah untuk Palestina

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ الْمُعْتَدِيْن الَّذِيْنَ قَتَلُوا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْن ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ

لاَ يُعْجِزُونَكَ ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ ، اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً

وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً ، اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ

الْقَوْمِ الظَّالِمِيْن

Allahumma ‘alaika bilyahoodil mu’tadīna, alladhīna qatalū ikhwānanāl muslimīna fī Fīlistīn. Allahumma ‘alaika bīhim fa innahum lā yu’jizūnaka. Allahumma shattit syamalahum wa farriq jam’ahum wa j’aliddā’irata ‘alayhim. Allahumma ahsihim ‘adadan waqtulhum baddan wa lā tughādir minhum aḥadan. Allahumma anzil ‘alayhim wa ‘ala man ‘āwanahum bāsaka alladhī lā yuraddu ‘ani al-qawmi aż-żālimīn.

Ya Allah turunkanlah hukumanMu atas kaum Yahudi yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, Ya Allah hukumlah mereka sesungguhnya mereka tak mampu melemahkanMu, Ya Allah cerai beraikan mereka porak porandakan kesatuan mereka dan turunkanlah balasanMu atas mereka, Ya Allah kumpukan dan binasakanlah mereka dan jangalah Kamu sisakan sedikitpun dari mereka, Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasanMu yang tidak dapat ditolak oleh kaum pembuat kezhaliman

Baca juga: Doa Untuk Palestina

Qunut Nazilah sunnah dilakukan secara terus-menerus ketika bencana atau pandemi masih belum berakhir.

Terjadi perbedaan pendapat di antara empat mazhab tentang pelaksanaan Qunut Nazilah: (1) Menurut Hanafiyah, Qunut Nazilah hanya dilaksanakan dalam salat jahar saja (Maghrib, Isyam dan Subuh); (2) Menurut Syafiiyah dan Malikiyah, Qunut Nazilah sunnah dilaksanakan dalam semua salat lima waktu; (3) Sedangkan menurut Hanabilah, Qunut Nazilah dilaksanakan dalam semua salat lima waktu selain salat Jumat karena dipandang cukup dengan khutbah Jumat. 

Bila Qunut Nazilah ini tidak dilaksanakan, baik karena sengaja maupun lupa, maka tidak disunnahkan sujud sahwi karena dalam mazhab Syafiiyah Qunut Nazilah ini tidak termasuk ab‘adh al-shalah. Ab‘adh as-shalah adalah golongan sunnah dalam salat yang menuntut sujud sahwi bila ditinggalkan.

Dalam salat berjamaah, seorang imam disunnahkan untuk menggunakan redaksi jamak dalam doanya: bacaan mufrad (tunggal) “ni” (berarti aku) dalam redaksi di atas, diganti menjadi “na” (kami), “Allâhummah dini…” menjadi “Allahummah dina…” dan seterusnya. 

 Dalam salat berjamaah, makmum yang mendengar imam membaca qunut disunnahkan mengaminkan dengan jahar. Saat membaca atau mengaminkan Qunut tersebut, jamaah disunnahkan untuk mengangkat kedua belah tangan, dan tidak disunnahkan mengusapkan wajah.

Demikian doa qunut nazilah yang dapat dibaca dalam upaya mendukung konflik yang sedang terjadi di Palestina. Semoga dengan doa yang kita panjatkan dapat menjadikan aman dan tentram.

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening