HIJRAH & ISTIQOMAH⁣

“Istiqomah itu lebih sulit dari hijrah”, begitu kata mereka, benarkah?⁣

Al imani yaziidu wa yanqush. Iman bisa bertambah sampai puncak langit yang ke tujuh dan bisa berkurang sampai kerak bumi yang ke tujuh. (Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah)⁣

Saat kita memilih, ada konsekuensi yang berlaku di dalamnya. Kita pilih untuk selangkah lebih maju daripada orang-orang biasa, maka kita pasti akan melewati berbagai maam kesulitan. Payahnya, susahnya, tidak enaknya, darahnya, peluh dan keringatnya, dan semua ke-tidakenak-an lainnya menjadi satu⁣

Namun seringkali di persimpangan jalan menempuh istiqomah, rasa malas dan bosan menjarah.. Perlahan demi perlahan hanyut dalam kealpaan, seiring dengan menjauhnya dari kawan yang sering mengingatkan. Iman menjadi berkurang dan nyaris hilang.⁣

Dan begitu pula dengan proses hijrah. Sebagaimana yang dirasakan oleh Mus’ab bin Umair Rhadiyallahu ‘anhu. Ketika masuk Islam, semua kelezatan duniawi dia tanggalkan. Badannya pernah remuk dihantam besi panas. Oleh ibunya, ia tak diakui lagi sebagai anak⁣

Seperti itulah pilihan yang baik. Akan selalu ada godaa-godaan yang begitu nyata bagi manusia⁣
……………..⁣
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan,” (QS. Al-Anbiya: 35).⁣

@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com⁣⁣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *