LAZISWahdah.com, Kalimantan Timur — Ibu Nani (50) seorang janda miskin, warga Jalan Pembangunan, Kecamatan Tanjung Rede, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur hanya dapat termenung meratapi hidup bersama ketujuh orang anaknya. Rumahnya saat ini hanyalah pemberian dari seorang dermawan yang tak ingin disebutkan namanya. Rumah kayu berukuran 4 x 8 meter inilah yang menjadi tempat bernaun bagi keluarga kecil Ibu Nani.

“Sudah lama saya tinggal berdelapan dengan anak-anak saya,” kata Ibu Nani saat ditemui beberapa hari lalu dirumahnya.

Ibu Nani mengaku hidup menjanda sejak tahun 2014 tahun lalu. Sehari-hari perempuan janda di Berau ini hanya bekerja sebagai pedagang bensin eceran.

“Kerja sehari hari menjadi seorang pedagang eceran, untuk makan dan biaya anak-anak di sekolah,” katanya.

”Itupun kalau ada yang mengantar, tapi kalau tidak ada yang mengantar saya terpaksa tidak jualan lagi,” lanjutnya.

Beliau mengaku ada keinginannya untuk bekerja apa saja asalkan itu cukup membantu roda perekonomian keluarga. Namun karena anak-anaknya ada yang masih kecil-kecil, tak ada yang bisa merawatnya maka hanya dengan cara itulah ia menyambung hidup yang serba terbatas ini.

LAZIS Wahdah kemudian memberikan santunan dhuafa untuk Ibu Nani dan keluarga. Meski tak banyak, Ibu Nani merasa bersyukur karena masih ada kepeduliaan yang ia rasakan dari dermawan-dermawan diluar sana.

Sahabat, sesungguhnya ada banyak orang diluar sana yang hidupnya tak seberuntung kita. Hidup mereka hanya bertumpu pada kemampuan masing-masing pribadi dan bantuan dari para dermawan. Oleh karena itu, sebagai muslim yang selalu merasa peduli, sudah selayaknya kita membantu mereka.

Dukung penuh program-program LAZIS Wahdah, donasi dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. []

Tinggalkan Balasan