Ilmu kedokteran itu termasuk salah satu ilmu fardhu kifayah. Harus ada yang mempelajari dan mendalaminya. Jika tidak ada sama sekali yang mempelajari dan mendalaminya, lalu berdampak buruk pada urusan kesehatan seluruh masyarakat, maka semuanya berdosa.⁣

Jika sudah ada namun belum cukup, sehingga masih ada lobang besar dalam urusan kesehatan masyarakat yang belum tertangani, maka para dokter yang telah mempelajari dan mendalami ilmu kedokteran serta merawat dan mengobati anggota masyarakat yang sakit dianggap telah menunaikan tugasnya dan menggugurkan kewajibannya.⁣

Saking pentingnya Ilmu kedokteran, Imam Syafi’i menyetarakannya dengan ilmu Fiqh. Sebagimana dikutip oleh Imam Burhanuddin Az-Zarnuji dalam Ta’lim Muta’allim fi Thariq at-Ta’allum.⁣

Asy-Syafi’i mengatakan;⁣

العلم علمان: علم الفقه للأديان وعلم الطب للأبدان⁣
“Ilmu itu ada dua, ilmu Fiqh untuk urusan Agama dan ilmu kedokteran untuk urusan kesehatan badan”.⁣

Terimakasih kepada para dokter yang telah mengambil peran ini. Menutupi lobang besar kebutuhan ummat dan masyarakat terhadap tenaga kesehatan dan dokter.⁣

Tulisan : Ustadz Syamsuddin Lahanufi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *