“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).
Sungguh ganjil apabila nikmat Allah selalu terkucur, sementara manusia lupa diri untuk selalu bersyukur. Sungguh mengkhawatirkan, jika kita sampai demikian. Sebab tak satu pun air yang masuk ke dalam tubuh itu tanpa adanya campur tangan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, sebab menjadi hamba yang terbaik adalah bentuk rasa syukur dan cinta kita kepada Allah
“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244)]