JANGAN MUNDUR, JIKA BENAR
Direndahkan tidak membuatmu menjadi sampah. Disanjung tidak mungkin membuatmu menjadi rembulan. Dihina tidak berarti kamu terhina, bisa saja kau jauh lebih mulia, ataupun sebaliknya
Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap membaca dirimu dengan pemahaman dengan pengalaman yang berbeda. Ibaratnya, kita berada di atas bukit yang berbeda. Menatap langit yang sama. Namun pasti berbeda perspektif dan kaca mata
Teruslah melangkah selama engkau dijalan yang dan benar, meski kebaikan tidak selalu dihargai. Jangan pernah gentar atau mundur ke belakang. Sebab, kita bukanlah pengecut, sebab kita adalah seorang kstaria
Tujuan kita adalah mulia. Mengajak orang lain berbuat baik. Meninggalkan keburukan. Dan mempererat tali persaudaraan
Tidak ada yang terlalu baik tuk berhenti dari berkebaikan. Karena kebaikan itu mulia. Dampaknya bisa selamanya. Membuat pelaku dan sekitarnya bahagia. Dalam kebaikan, jangan pernah merasa diri sudah baik sehingga kita lengah lalu berhenti darinya.
Maka teruslah berbuat kebaikan. Tentu dengan niat tulus, tanpa mengharap imbalan. Tentu dengan landasan keikhlasan, tanpa kebaikan itu disebut-sebutkan. Segera perbuat apa yang kita bisa. Asal baik, dan sesuai syariat, kerjakan. Jangan tunda
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashas ayat 77).
@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com