KARENA SETIAP KITA AKAN DIUJI⁣

Kesyukuran hidup itu seringkali bergantung pada pilihan sudut pandang kita pada sesuatu. Karena semua hal akan nampak berbeda saat dilihat dengan cara yang berbeda. Kita melihat orang kaya naik mobil merasa minder dan kadang kegamangan hati dan pertanyaan : ”kenapa bukan aku” sering terlintas dipikiran⁣

Ssadakah kita, jika sebenarnya oarng yang berada di atas mobil itu juga memiliki berbagai macam masalah? Jika ia diberi keluasan harta, belum tentu juga ia diberi kemudahan untuk meluaskan hatinya. Siapa tahu keluarganya berantakan, anak-anaknya sulit diatur, atau tiada kenikmatan saat beribadah, bisa jadi, dan bisa saja benar⁣

Ketika kita sudah memilih untuk hidup di dunia, maka masalah itu pasti akan datang. Apakah itu keadaan ekonomi, apakah itu kegalauan hati, ataukah itu kesulitan hari-hari, kisah kehidupan suami-istri, bahtera keluarga, atau balada pertemanan⁣

Hidup ini tentang sudut pandang, kalau mengambil makna di tiap tempuhannya, agar kesyukuran itu bisa hadir. Dan saat itu, hati-hati yang hampa bisa kembali merasa. Merasa, bahwa saya masih jauh lebih baik keadaannya, daripada mereka, dan hadirnya rasa syukur, harusnya terus kita rekah⁣
…………….⁣
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)⁣

@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *