KERUSAKAN, AKIBAT ULAH MANUSIA
“Musibah bagaikan air keruh. Semakin kau aduk, semakin keruh. Bersabarlah karena sebentar lagi dia akan menjadi jernih”
…………………
Haruskah saling menyalahkan saat datangnya musibah?
.
Sahabat, tahu kan pada awal tahun ini di negeri kita sedang dilanda musibah?
.
Banyaknya wilayah di Indonesia yang terkena bencana banjir menjadikan kerusakan yang cukup besar. Banyak sekali saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggalnya, harta-bendanya, hingga menimbulkan korban jiwa.
.
Tetapi, ditengah-tengah kesedihan ini, ada saja pihak yang saling menyalahkan penyebab terjadinya bencana banjir. Mari kita saling introspeksi diri, apakah kita sendiri sudah menjaga lingkungan dengan baik? Jangan menyalahkan siapa-siapa. Alangkah baiknya jika kita fokus untuk muhasabah
.
Allah melarang segala bentuk perusakan terhadap alam kita. Menebang pohon tanpa reboisasi, membuang limbah ke sungai, dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sudah jelas termasuk perbuatan merusak alam yang bisa mendatangkan bencana bagi umat manusia.
.
Melestarikan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua umat, maka segala yang terjadi pada lingkungan ini hingga musibah terdapat tanggung jawab kita di dalamnya.
.
Mari mulai dari diri sendiri, jaga lingkungan kita, lakukan bersama untuk dampak kebaikan yang lebih besar. Saling mendoakan kebaikan, memberi solusi, dan tidak menyalahkan.
.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).
@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com