“Alhamdulillah, hari ini saya bisa makan enak. Terima kasih nak, saya punya banyak anggota keluarga yang harus saya nafkahi dari kerja di rumah orang,” (Ibu Sri)⁣
……..⁣
Masa-masa sulit kini masih dirasakan sebagian besar saudara kita. Bagi kebanyakan orang, menjalani kehidupan di masa sulit seperti sekarang bukanlah hal yang mudah, terutama bagi saudara prasejahtera.⁣
Ya, tidak memiliki kemampuan untuk membeli bahan makanan dan harus menahan lapar terkadang harus mereka rasakan. Sekadar untuk membeli beras pun sangat sulit untuk mereka dapatkan. Hal serupa, dengan kondisi yang tak pasti juga dirasakan oleh warga Jalan Pintu Nol UNHAS, Kota Makassar ini⁣
Sudah lama bagi ibu lima orang anak ini hidup menjanda. Suaminya meninggal dunia, di saat-saat ia dan anaknya butuh dinafkahi, butuh dirawat, dan harus dipenuhi segala maca kebutuhannya⁣
Ibu Sri lama merantau di Makassar. Usianya sudah lima puluhan tahun, namun ia tetap tetap tegar mencari nafkah hampir setiap hari sebagai Asisten Rumah Tangga. Gajinya hanya cukup untuk makan, belum lagi kebutuhan menyewa driver ojol, pulang pergi ke daerah perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) setiap hari dengan jarak sekitar 3 Kilometer⁣
Sahabat tahu tidak, jika lima anaknya ini kebanyakan juga hidup menjanda seperti ibunya? Iya, hidup dalam satu rumah yang dibangun di atas lahan orang lain. Memang sudah jadi konsekuensi bagi ibu perantau yang berasal dari Jawa Barat ini. Ia juga sempat berjualan di Kampus namun tak bertahan lama⁣
…….⁣
Alhamdulillah, Ikhtiar para relawan tim LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) hingga kini masih konsisten untuk menjembatani muzakki dan mustahik guna membantu mereka-mereka yang membutuhkan []⁣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *