LAZISWahdah.com, Arab Saudi — Melanjutkan pendidikan ke luar negeri adalah impian dari setiap orang. Rata-rata motivasinya berbeda-beda. Ada yang ingin kuliah karena memang ingin mendalami ilmu tertentu yang hanya bisa diperoleh jika keluar ataukah karena alasan lebih spesifik lagi, karena alasan kredibilitas dan nama baik di mata masyarakat yang diperolehnya saat menjadi alumnus dari perguruan tinggi tersebut.
Meskipun demikian, tidak semua orang berani bercita-cita keluar negeri jika tak memiliki kekuatan finansial yang mumpuni. Mendapatkan beasiswa pun bukan tanpa resiko. Keterlambatan beasiswa dari sebuah promotor sering kali mengganggu para mahasiswa Indonesia yang mendapatkannya.
Muchammad Taisar Idris sejak dahulu bercita-cita untuk melanjutkan studinya ke timur tengah. Hanya saja, kondisi perekonomian keluarganya sedikit terganggu saat ayahnya yang juga seorang dai mengalami kecelakaan yang menyebabkan jiwanya tak sempat tertolong. Namun, tekadnya untuk meraih cita-cita tersebut tidak pernah luntur meskipun di tengah keterbatasan yang dihadapinya.
”Niat awal saya untuk kuliah di Saudi karena ingin ibu saya bisa naik haji atau umroh. Dan alhamdulillah, Allah mengabulkan permintaan saya,” ungkapnya, Rabu (21/2).
Saat ini, pria kelahiran Tarakan 10 Juni 1997 ini berhasil diterima di salah satu perguruan terkemuka di Saudi Arabia, King Saud Universiry. Taisar mengaku bahwa perjuangannya dalam kuliah paling berat ketika hendak berangkat ke Saudi.
”Waktu saya mau berangkat, saya terkendala masalah visa dan pemberangkatan. Alhamdulillah, LAZIS Wahdah membantu saya,” tambahnya.
Mari ikut andil mewujudkan insan cerdas melalui program pendidikan di LAZIS Wahdah. Anda dapat menyalurkan bantuan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. []