LAZNAS WIZ SALURKAN BANTUAN MODAL USAHA KEPADA JANDA PENGEPUL SAMPAH DI PARIGI MOUTONG
Wiz.or.id, Parigi Moutong – Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Parigi Moutong menggulirkan program Keluarga Tangguh berupa pemberian bantuan modal dan pendampingan untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Senin (16/11/2020). Program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap ekonomi kecil dan menengah yang terkena dampak pandemi Corona.
Bantuan modal dan pendampingan diberikan kepada Suriani, warga Lr. Dasawisma, Kel. Bantaya, Kec. Parigi, Kab. Parigi Moutong.
“Tidak bisa dipungkiri, usaha UMKM di Indonesia merupakan salah satu penggerak utama perekonomian. Maka, tak heran jika sektor UMKM terganggu, ekonomi nasional juga terganggu. Program ini adalah bentuk kepedulian terhadap ekonomi kecil dan menengah yang terdampak akibat pandemi Covid-19,” terang Sudirman, Ketua Laznas WIZ Parigi Moutong.
Selama pandemi Corona belum berakhir, sektor UMKM menjadi salah satu sektor paling terdampak. Bahkan, perusahaan-perusahaan besar pun tak sedikit yang terpaksa harus berhenti beroperasi.
Para pelaku UMKM pun, ikut gulung tikar karena permintaan yang jatuh, pendapatan menurun, serta kurangnya modal untuk melanjutkan usaha. Sama hanya dengan yang dirasakan oleh Suriani, ia menceritakan bahwa sebelum pandemi Corona, ia memiliki usaha jualan pisang dan jagung bakar di pinggir jalan dekat rumahnya yang sudah berjalan selama beberapa bulan berlalu.
Tak punya harta yang cukup buat hidup sehari-hari. Gerobak tua yang biasa dipakai untuk mengumpulkan barang bekas bersama suami sejak 6 tahun silam ia jual. Kepergian suaminya lantas tak membuat Suriani meminta-minta. Ia tetap berikhtiar dengan mendorong gerobak tuanya mencari barang bekas buat dijual kembali. Hasilnyapun tak seberapa, tak cukup buat makan sehari. Namun begitu dirinya tetap bersyukur dan terus berusaha, baginya masih ada yang lebih susah dari dirinya.
Malang, semangatnya untuk terus berusaha tak sejalan dengan kondisinya yang sudah tua. Sering mengalami sakit dibagian kaki saat mendorong gerobak, ia terpaksa menjual gerobaknya untuk dijadikan modal usaha. Berbekal modal 100.000, Suriani beranikan diri berjualan jagung bakar dan pisang epe.
Usaha tersebut harus tutup karena kurangnya modal dan penjualan yang terus menurun. Beruntung, relawan WIZ Parigi Moutong mendatanginya dan memberikan bantuan modal usaha. Ucapan syukur dan rasa terima kasih pun tak luput ia ucapkan kepada semua pihak yang telah membantunya[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *