Publikasi 36aLAZISWahdah.com – Pembaca SEDEKAH Plus yang dirahmati Allah, ketika kita mendengar kata “Persatuan umat Islam” mungkin ada semacam perasaan pesimis. Mungkinkah persatuan itu terwujud mengingat banyak umat Islam saat ini khususnya di Indonesia seakan terpecah ke berbagai faksi-faksi. Dengan berbagai faktor, entah karena pandangan politik, masalah ijtihadiyah, perbedaan pandangan akan prioritas dan sebagainya. Tak jarang kita dengar adanya pertengkaran bahkan perkelahian sesama muslim yang hanya dipicu oleh persoalan sepele. Apakah persatuan umat Islam hanya utopia semata?

Pembaca yang dimuliakan Allah, hal itu tak meski itu adalah kenyataan saat ini namun kita harus meyakini bahwa persatuan umat adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Ia adalah syariat Islam yang wajib diwujudkan. Dan tentu saja tidaklah Allah dan Rasul-Nya mewajibkan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Peristiwa Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 lalu yang dihadiri lebih dari 7 juta umat Islam seharusnya memunculkan secercah harapan akan persatuan umat Islam. Mereka berasal dari berbagai daerah, suku, dan bahasa yang tidak sama, dari berbagai latar profesi dan pendidikan yang beragam, dan dari berbagai pengajian dan ormas yang berbeda namun mereka menyatu, teratur dan patuh terhadap arahan-arahan dari Ulama. Ini merupakan momentum bersejarah akan bangkitnya kesadaran persatuan di tengah umat khususnya di Indonesia.

Di saat yang sama kita dihadapkan pada peristiwa yang menyayat hati. Pembantaian dan  penindasan terhadap umat Islam terjadi di berbagai belahan dunia. Di Burma kaum muslimin dari etnis Rohingya dibantai oleh tentara rezim, di Suriah khususnya di Aleppo kaum muslimin dibombardir dari udara dan laut oleh tentara Bashar dengan sekutunya dari Iran dan Rusia.

Respon dari muslim Indonesia cukup menggembirakan, banyak lembaga-lembaga amal yang kemudian membuka peluang kepada masyarakat muslim Indonesia untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di sana. Milyaran dana pun terkumpul. Selain dana kepedulian juga diwujudkan dengan doa, qunut nazilah dipanjatkan di masjid-masjid. Inilah kepedulian yang nyata, mereka boleh beda negara tapi mereka bersaudara di atas iman yang sama, di atas tauhid “laailaha illallah.”

Kita berharap bahwa persatuan umat Islam di Indonesia selain untuk menjaga keutuhan NKRI juga bisa menjadi kekuatan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penderitaan yang dialami oleh kaum muslimin di negeri-negeri yang lain.

Trus, bagaimana mewujudkan dan menjaga persatuan umat? Semoga pembahasan sederhana dalam edisi ini bisa mencerahkan buat kita semua.[]
—-

Info & Pemesanan Tlp/SMS/WA 085315900900

Tinggalkan Balasan