ips Menahan Emosi dan Marah
LAZISWahdah
– Asssalamu alaikum ustad. Afwan ana udah ngaji dan Alhamdulillah sudah kenal sunnah juga. Namun ana ada sifat buruk yaitu ana orangnya temprament dan emosian. Jika rasa emosi itu datang ingin terlampiaskan ana udah berusaha lawan. Namun susah sekalii ustad. Afwan ana minta solusinya?

Jawaban: Wa alaikumussalam wa rahmatullah wa barokatuh Menahan emosi –memang- suatu kodisi yang sangat sulit. sehingga mampu mengendalikan diri di saat marah adalah inti kekuatan dan kelebihan seseorang menurut Nabi ﷺ. Dan inilah tips beliau dalam menahan emosi:

1. Membaca Ta’awwudz. Rasulullah ﷺ berkata -ketika meliaht dua orang sedang marah dan saling mencerca- : “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat jika ia ucapkan niscaya akan hilang kemarahannya, yaitu jika ia ucapkan: A’udzu billah minasy syaithaanir rajim.” (HR. Bukhari Muslim). Beliau juga bersabda: إذا غضب الرجل فقال أعوذ بالله ، سكن غضبه (صحيح الجامع الصغير رقم 695 .) “jika seseorang marah lalu ia mengucapkan “audzubillah” maka marahnya akan redam.” (Al-Jami’ As-Shoghir, 695)

2. Diam di saat marah. Nabi ﷺ bersabda: إذا غضب أحدكم فليسكت ) رواه الإمام أحمد المسند 1/329 وفي صحيح الجامع 693 ، 4027 .) “jika seseorang dari kalian marah maka hendaklah ia diam” (HR. Ahmad).

3. Jika belum juga membawa hasil, cobalah mengubah posisi agar terasa lebih tenang . Dalam sebuah hadits dikatakan, ( إذا غضب أحدكم وهو قائم فليجلس ، فإن ذهب عنه الغضب وإلا فليضطجع ) “Kalau salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka berbaringlah.” (HR. Abu Dawud).

Menerapkan tips di atas degnan niat ittiba’ (meneladani) Nabi ﷺ untuk meredam marah, tidaklah sekadar solusi, namun bisa berbuah pahala –insyaAllah- “innamal a’malu binniyaat”. Seorang sahabat bertanya kpd Nabi ﷺ “tunjukkanlah padaku amalan yang bisa memasukkanku ke dalam surga?”, Nabi ﷺ pun menjawab: لا تغضب ولك الجنة “Janganlah kamu marah, maka surga jadi milikmu” (Disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’)

4. Menyadari bahwa menahan marah adalah wasiat Nabi ﷺ. Beliau berkata kepada seorang sahabat yg minta diberi wasiat: “Jangan marah” (beliau menglanginya beberapa kali) (HR. Bukhari)

5. Mengetahui keutamaan menahan marah, bhw hal itu adalah di antara tanda2 orang2 bertaqwa. Allah ﷻ memuji dan menyukainya. (lih. QS. Ali Imran, 134)

6. Tips lain yang mungkin juga bisa bermanfaat adalah membangun kesadaran diri akan dampak buruk sifat marah yg berlebihan bagi kesehatan, dan berusaha untuk selalu menjaga kesehatan -mnrt dien kita ini -adalah ibadah. Semoga bermanfaat. Wallahu Ta’ala A’lam. Wassalamu alaikum warahmatullahi wa barokatuh

—-
Dijawab Oleh Ustadz Sirajuddin Qasim, Lc
(Dewan Syariah wahdah Islamiyah)
Sumber : Wahdah.or.id

Tinggalkan Balasan