MATI SEBAGAI PENGINGAT⁣

Old but not gold, lifeless dan forgotten, begitu ucapan ustadz Felix Siaw dalam sebuah unggahannya. Bahwasanya, suatu saat nanti, akan tiba giliran barang-barangku yang diunggah, bukan sebagai harapan tapi sebuah kenangan. Sesuatu yang pernah ada, dijadikan pelajaran atau sekedar cerita⁣

Kita akan dihisab. Semua karya-karya kita akan dinilai oleh khalayak sepeninggalnya kita. Baik tidaknya kita, akan ternilai saat nyawa kita benar-benar terpisah dari raga yang utuh. “Dia orang baik, semasa hidupnya ia begini dan begitu” dan kesaksian lainnya⁣

Sesungguhnya kematian mengingatkan kita. Bahwa sebetulnya waktu tak mengenal iba, melibas siapapun tanpa pilih. Berlalu begitu cepat, baru dirasa saat sudah lama lewat. Meninggalkan yang lebih dulu, memanjakan yang baru datang⁣

Bagi mereka yang bijak melihat, mereka anggap itu sebuah nasehat dan peringatan. Bagi mereka yang angkuh dan tak pandai melihat, itu hanya hal yang biasa. Tak begitu guna bagi hidupnya. ⁣

Hari ini akan tinggal kisah, kita semua akan segera menyejarah, itupun bila kita berbuat sesuatu yang layak diingat. Tapi sebagian besar dari kita bahkan takkan diingat⁣
………………..⁣
“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 1384).⁣


@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com

Tinggalkan Balasan