MEMBERI MAAF, JAUH LEBIH UTAMA⁣

Ketika orang membuat hati kita sakit. Maka berterima kasihlah. Sebab ia telah memberimu dua pilihan. Antara memaafkan, ataukah membalaskan. Tatkala kamu memilih untuk diam dan bersabar, lalu mencoba mendoakannya, maka sungguh itu tidaklah mudah. Karena hati yang sudah terlanjur sakit oleh kata-kata, tak akan mungkin dengan mudah untuk menyebut kata maaf dan biarlah⁣

Setiap etalase waktu yang kita rasakan, akan selalu ada seluk harap agar orang bisa dan mau berbuat baik kepada kita. Bersahabat dengan kita, tanpa ada kata lawan ataupun ‘rasakan’. Ini adalah soal menjaga perasaan lawan bicara, lidah yang lunak, tidak selamanya lemah. Adakalanya ia akan mengeras, lalu berkata seenaknya, tanpa pernah ada lagi logika untuk berpikir, saat lisan tak mau dididik kembali⁣

Sahabatku, Islam telah mengajarkan bagi kita untuk selalu bersabar dalam situasi apapun. Jika orang lan menghina kita, bersabarlah. Biarkan dia, sebab kita tak pernah tahu, amalan manakah yang akan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Bisa jadi karena sabarmu? Ataukah karena maafmu⁣

Jadi tidak perlu membesar-besarkan masalah yang amat sangat kecil. Karena kita tahu, itu semua hanya akan membuang-buang waktu⁣
…………….⁣
“Jika kamu membuat suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (HR. Bukhari)⁣


@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com

Tinggalkan Balasan