LAZISWahdah.com, Nusa Tenggara Barat — Lombok Utara mendadak menjadi kota mati. Aliran listrik terputus, akses ke berbagai daerah menjadi serba sulit, pasokan makanan dari pusat kota semakin susah. Jaringan serba payah bahkan menurut keterangan relawan di salah satu rumah sakit di Mataram, mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan makanan.

”Susah. Teman saja saya mengeluhkan sulitnya mendapatkan makanan” ucap dr. Asyikun Nayid Room Sp. An, Ketua Departemen Kesehatan, Olahraga dan Lingkungan Hidup DPP Wahdah Islamiyah, Selasa (7/8).

Warga yang rumahnya rusak parah hanya bisa duduk pasrah di tenda darurat. Dengan menggunakan terpal seadanya, mereka yang berkumpul berasal dari beberapa dusun. Menjelang malam hari, jalanan di kawasan Lombok Utara gelap gulita. Begitu juga dengan perumahan warga, seperti ‘kota tanpa penghuni’.

Mersepon hal tersebut, LAZIS Wahdah akan mengerahkan relawan untuk menyasar posko bantuan di beberapa titik. Menyalurkan logistik yang cukup untuk ratusan warga dan akan mendirikan dapur umum.

”Perlu usaha keras mencari logistik. Pasar-pasar tutup dan hanya sedikit yang buka. Mohon doanya agar kami bisa secepatnya mendirikan dapur umum yang lebih layak lagi,” ujar Syuaib, Korlap Wahdah Islamiyah Peduli Gempa Lombok dilokasi kejadian. []

Tinggalkan Balasan