LAZIS Wahdah- Bantuan Untuk Gadis Yatim Ini Bekerja Serabutan Untuk Berobat dan Melunasi Utang Orangtuanya

LAZISWahdah.com – Namanya Lina. Gadis yatim piatu kelahiran Bulukumba ini diberikan cobaan oleh Allah berupa berbagai penyakit yang ia derita sejak beberapa tahun silam. Jika melihatnya kita tidak akan mengira bahwa ia sedang sakit karena ia begitu semangat dan optimis dalam menjalankankan apa yang ia kerjakan. Meskipun sakit, ia masih kuat untuk bekerja. Ia bekerja serabutan mulai dari tukang ojek khusus muslimah, mengantar air galon dan tabung gas elpiji, jual ikan dan makanan lainnya. Ia juga mengajar mengaji pada hari Sabtu dan Ahad di TPA dekat rumahnya. Apapun ia kerjakan yang penting halal. Semua ini ia lakukan untuk berbakti kepada kedua orangtuanya. Meskipun di tengah kondisinya yang harus keluar masuk rumah sakit karena penyakit yang ia derita, ia ingin melunasi utang pengobatan kedua orangtuanya waktu dirawat di rumah sakit yang jumlahnya ratusan juta rupiah.

Sewaktu orangtuanya dirawat di rumah sakit, ia berpikir dan bekerja keras untuk membiayai pengobatan dan perawatan mereka. Untungnya banyak orang yang berbaik hati untuk meminjamkan uang untuknya tanpa bunga. Setelah ayahnya wafat empat tahun yang lalu disusul oleh ibunya dua tahun kemudian, ia membayar angsuran utang tersebut hingga saat ini. Kini utangnya tersisa belasan juta rupiah.

Sudah setahun ini salah satu penyakitnya, Hepatitis C, tak tertangani. Matanya sudah menguning. Di malam hari ia selalu demam. Hepatitis C adalah penyakit yang hanya menular melalui kontak jarum suntik. Namun jika tidak ditangani akibatnya bisa fatal. Dokter tak bisa memberikan pengobatan kepadanya sampai ada hasil pemeriksaan sampel darahnya. Sayangnya pemeriksaan tersebut tidak ditanggung BPJS, sehingga ia harus melakukan pemeriksaan darah di laboratorium swasta. Biaya pemeriksaan tersebut sekitar tujuh jutaan. Ia tak sanggup membayarnya. Ia sudah berusaha mencari dana ke saudaranya tapi tidak membuahkan hasil. Ia sebenarnya bisa mengumpulkan uang dalam setahun terakhir untuk membayar biaya pemeriksaan tersebut, tapi ia memiliki prioritas lain.

“Mauka lunasi utang pengobatan orang tuaku dulu, karena takutka nanti meninggalka sebelum utangku lunas” ungkap Lina yang saat ini tinggal di rumah kontrakan di Perum Pemprov Manggala.

Di bulan Ramadhan ini, di saat orang-orang sedang khusyuk memperbanyak ibadah, ia tetap harus banting tulang di siang dan malam hari. Ia menjual ikan mentah di siang hari, sedangkan di sore dan malam hari ia menjual lauk pauk dan kue. Kue yang ia jual pernah tidak laku selama tiga hari, sehingga ia rugi. Tapi ia tidak kehabisan akal, ia mencari modal lagi dengan menjual tude (kerang) yang ia cari sendiri di sungai dekat rumahnya. Alhasil, dengan modal tersebut ia menerima pesanan kue yang cukup banyak.

Mendengar cerita kegigihan, optimisme, dan bakti Lina, tim LAZIS Wahdah memberikan bantuan berupa dana untuk membayar biaya pemeriksaan darahnya. Ia tak kuasa membendung air matanya saat menerima bantuan dana dari LAZIS Wahdah.

“Terima Kasih banyak, saya hanya bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada donatur Lazis Wahdah, semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda“, ucapnya haru.[]

Tinggalkan Balasan