memahami arti bacaan Al-Qur'an

Artikel ini akan membahas tentang pentingnya memahami arti bacaan Al-Qur’an. Selain itu, juga akan dibahas hak-hak Al-Quran.

Mengapa Penting?

Di antara masyarakat Muslim Indonesia hari ini masih banyak yang belum tahu arti surah Al-Fatihah meski sangat familiar. Padahal, surah tersebut wajib dibaca minimal 17 kali dalam shalat lima waktu. 

Bahkan doa rukuk dan sujud yang pendek, yang dibaca tidak kurang 102 kali setiap harinya juga terucap begitu saja tanpa penghayatan. Bagaimana mungkin shalat itu akan berkesan dan memberi pengaruh kuat jika tak dipahami arti dan makna di dalamnya?

Di surah Al-Fatihah dilafadzkan dengan makna yang tegas bahwa; “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” hanya kepadaMu (ya Allah) kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.

Namun, realitanya, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika manusia diuji dengan perintah Allah, ia berpaling. Diuji dengan larangan Allah, ia mengerjakannya.

Saat datang ujian berupa musibah, malah melakukan perbuatan syirik dan menolak bala dengan meminta pertolongan kepada selain Allah, na’udzubillahi min dzalika.

Bukankah di awal shalat terlafadzkan doa; “Inna shalaati wa nusuki wa mahyaya lillahi rabbil ‘alamiin”, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Rab semesta Allam.

Hal di atas menjadi bukti bahwa bacaan dalam shalat tidak diketahui artinya, apalagi kandungan di dalamnya.

Pembaca yang budiman, mengetahui dan memahami makna dan kandungan Al-Quran adalah diantara hak yang harus kita penuhi. Setiap Muslim wajib mengetahui arti ayat yang dibaca, baik dengan bantuan terjemahan ataupun kitab tafsir.

Al-Quran sangat perlu dipahami, dan tidak cukup sekadar dibaca karena di dalamnya ada jawaban dari segala persoalan kehidupan yang dialami dan dirasakan manusia. Mulai dari masalah individu, keluarga, masyarakat sampai urusan bangsa dan negara.

Lebih dari itu, Al-Quran adalah Al-Furqan, yang membedakan dengan jelas antara hak dan bathil, perintah dan larangan, halal dan haram. Semua ini tidak akan mungkin bisa dicapai kecuali dengan memahami ayat-ayat Allah. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Subahanahu Wa Ta’ala:

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Terjemahan QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Perumpamaan sederhananya adalah seperti seseorang yang membeli kendaraan atau perlengkapan elektronik, atau barang kebutuhan lainnya, pastinya barang tersebut disertai dengan buku petunjuk penggunaannya.

Jika seseorang tidak memahami pesan di buku petunjuk itu, misalnya ia mengganti bensin dengan minyak tanah untuk bahan bakar kendaraannya, dapat dipastikan akan terjadi kerusakan pada kendaraan tersebut.

Hak-Hak Al-Quran

Perintah untuk memahami makna kandungan Al-Quran tersirat dalam surah asy-Syuura [42] ayat 52 dan 53, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يَقُولُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْأَنْدَادَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ يَشَاءُ لَأَنْتُمْ عَنْهُمْ بِشَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَن يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.

Selain mengetahui arti ayat yang dibaca, dalam dua ayat di atas terdapat penjelasan mengenai hak-hak lain dari Al-Quran yang wajib diketahui. Hak-hak tersebut adalah:

Mempelajari Al-Quran dan Istiqamah Membacanya

Diambil dari potongan ayat yang artinya, “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Quran) dengan perintah Kami.

Mengetahui dan Memahami Makna dan Kandungan-Kandungannya

Diambil dari potongan ayat “Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Alquran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu,

Mengambil Pelajaran dengan Mengamalkan Al-Quran

Hak ini diambil dari potongan ayat yang artinya, “Tetapi Kami menjadikan Alquran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.”

Menghafal dan Menjadikannya Pedoman Hidup

Setelah membaca Alquran secara rutin, kemudian memahami artinya, dan memaksimalkan potensi merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya dengan meluangkan waktu menghafalkannya. Allah telah memudahkan Alquran untuk dihafal, dan memuliakan penghafalnya. Di surat Al-Qamar [54] diulang sebanyak 4 kali jaminan kemudahan Al-Quran sebagai bacaan, untuk dipelajari dan dihafalkan.

Mengajarkan dan Mendakwahkan Al-Quran

Hal ini diambil dari potongan ayat yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

Kelima hak Al-Quran di atas harus ditunaikan setiap Muslim, setiap Mukmin dengan penuh kesungguhan sesuai dengan kemampuan. Manusia yang terbaik adalah yang dapat merealisasikan kelima hak tersebut. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” Hadits riwayat Bukhari. Wallahu a’lam.

Demikianlah artikel tentang pentingnya memahami arti bacaan Al-Qur’an. Anda juga dapat membaca artikel lainnya tentang Al-Qur’an.

(Disadur dari buku berjudul Nutrisi Akal dan Jiwa, Tadabbur Ayat-ayat Quraniyyah, oleh Samsul Basri, S.Si., M.E.I Cetakan 1, Agustus 2016).