Sebuah Musibah

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha–salah satu istri Rasulullah ﷺ–pernah berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah musibah menimpa seorang hamba, kemudian ia berdzikir: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, (lalu berdoa-pent) ya Allah karuniakan pahala dalam musibah hamba dan berilah hamba ganti yang lebih baik darinya, kecuali Allah beri pahala dan beri ganti yang lebih baik.'”

Barangkali ada di dalam hati kita terbersit kata-kata murka dan amarah, tentang musibah yang sedang dialami. Barangkali kita mengumpat dengan kata-kata yang tak sewajarnya, tentang apa yang Allah takdirkan hari ini.

Padahal, garis besarnya tidaklah musibah datang melainkan ada campur tangan manusia di dalamnya. Musibah turun, adalah peringatan. Bahwa manusia telah sangat jauh dari tapal batas koridor syariat. Tentang manusia yang kufur nikmat.

Tanah sebagai wadah tumbuhan, dicor semen dijadikan bangunan yang menghambat laju air. Pepohonan ditebang, aliran sungai dipersempit. Tanaman dihancurkan, katanya memperindah, nyatanya menjadi ikhtiar menabur musibah, allahu musta’an

Semoga kita tidak putus asa dari rahmat Allah Ta’ala. Janjilah untuk selalu taat. Sebab musibah adalah teguran agar manusia kembali pada-Nya. []

Tinggalkan komentar

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening