SIAPKAN BEKAL YANG CUKUP⁣

Sedia bekal yang cukup sebelum usia ditutup. Seperti halnya disaat mendung, kita harus menyiapkan hujan sebelumnya⁣
⁣⁣
Waktu terus berjalan. Tubuh kian melemah, tulang-tulang sudah banyak yang keropos, aliran darah tak sederas dahulu, sementara akal ini kian tahun semakin pikun⁣

Siapkan bekal yang cukup, karena ajal tak pandang kapan ia mau datang. Tua, muda, berharta, fakir miskin, sukses, pengangguran, semuanya dihajar. Ajal tak memandang itu semua⁣

Jika hari ini kita takut mati, maka coba selami imanmu kawan. Kau sebetulnya bukan takut mati, tapi lebih takut tinggalkan dunia yang menarik ini. Yah, tidak hanya kau saja, tapi yang memberi nasihat ini pun sama⁣

Kita dilena oleh dunia, pernak-perniknya menggugah hasrat di jiwa, kita pun tak tahu lagi membedakan, antara tujuan hidup dan kebutuhan hidup. Ngaji asal sempat, sholat diundur seenak jidat, sedekah setelah banyak tabungan, bantu orang kalau lagi mood⁣

Sedia bekal sebelum maut menjemput. Begitulah bekal sebagian orang menyambut kematian, mereka tak mempersiapkan bekal ketika mereka meninggalkan dunia. Mereka masih sibuk akan kepada hal yang sia-sia dan tak bermanfaat baginya. Menghabiskan waktu terlalu banyak untuk nonkron, main sosmed, main tik-tok dan hal yang tak bermanfaat lainnya.⁣⁣
⁣⁣
Let’s stop okay. Mumpung masih hidup, mari pesiapkan bekal yang cukup. Tentunya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Karena hidup sementara, akhirat selamanya. Kamu pilih mana cung?⁣
.⁣
.⁣
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl : 97)⁣⁣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *