Tanpa sadar kita telah syirik. Permisalannya, seperti yang diutarakan oleh sahabat Nabi ﷺ Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Sungguh salah seorang dari mereka berbuat syirik, sampai-sampai mereka berbuat syirik dengan anjingnya. Yaitu dia berkata, “Kalau bukan karena anjing ini, pasti kita sudah kecurian tadi malam.” (Fathul Bari 1/134)
Itulah syirik. Ada sebagian yang telah diketahui dengan jelas seperti menyembelih, bernadzar, berdo’a, meminta dihilangkan musibah (istighotsah) kepada selain Allah. Dan terdapat pula bentuk syirik (seperti dikatakan Ibnu Abbas di atas) yang sangat sulit dikenali (sangat samar).
Syirik seperti ini ada 2 macam. Pertama, syirik dalam niat dan tujuan. Ini termasuk perbuatan yang samar karena niat terdapat dalam hati dan yang mengetahuinya hanya Allah Ta’ala. Seperti seseorang yang shalat dalam keadaan ingin dilihat (riya’) atau didengar (sum’ah) orang lain. Tidak ada yang mengetahui perbuatan seperti ini kecuali Allah Ta’ala.
Semoga Allah melindungi kita dari sifat ini, sebab jika kita terjerumus, maka dosa besar akan menanti.
———-
Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi