Zakat pertanian tentunya identik dengan hasil pertanian. Berbeda dengan zakat penghasilan, zakat pertanian merupakan zakat yang dikeluarkan seorang petani atau sebuah perusahaan pertanian sesuai dengan cara mengolah pertanian tersebut.
Syarat yang harus dipenuhi dalam mengeluarkan zakat pertanian adalah sebagai berikut:
1. Hasil pertanian dimiliki sendiri. Artinya, yang berhak mengeluarkan zakat hasil pertanian adalah pemilik sawah, bukan buruh yang menggarap sawah. Masyarakat Indonesia mengenal dua jenis pengelola sawah, yaitu pemilik sawah dan orang yang bekerja merawat tanaman di sawah. Pemilik sawah (tuan tanah) tersebutlah yang harus berzakat hasil pertanian.
2. Telah mencapai nisab yang telah ditentukan. Nisab zakat pertanian dari sawah yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah minimal 653 kg. Bila hasil pertanian tersebut berupa buah, sayuran, dan bunga, maka seluruh kekayaan hasil pertanian diubah ke nilai hasil pertanian makanan pokok masyarakat setempat.
#sahabatinspirasi bisa menunaikan zakat dengan mudah dan aman melalui:
▶️ Transfer Zakat
Bank Syariah Indonesia (BSI) 496 900 9008
An. Wahdah Inspirasi Zakat
Bank Muamalat 801 004 8366
An. Lazis Wahdah
▶️ Zakat Online klik :
https://donasi.wiz.or.id/zakat
https://donasi.wiz.or.id/zakat
▶️ Tlp/WA Center Wahdah Inspirasi Zakat : 082315900900
Mohon sebarkan informasi ini agar makin banyak yang ikut membantu. Jazakumullahu khairan.
Luaskan Manfaat Sedekah Anda