“Andai” Jangan Lagi Berkata Seperti Itu

“ANDAI” JANGAN LAGI BERKATA SEPERTI ITU⁣

Andai bukan karena dia. Kita mungkin tak seperti ini. Andai bukan dulu, mungkin hidup ini tak secerah sekarang. Begitulah mental orang-orang ‘pengandai’. Ia tak paham, bahwa semuanya telah terekam dengan jelas. Jauh sebelum ia dilahirkan ke dunia⁣

Orang-orang yang selalu menyalahkan masa lalu. Tak punya cara untuk maju. Selalu meremehtemehkan. Dan menganggap, jika bukan karena ini dan itu, ia tak akan bisa menjadi ini dan itu⁣

Musa ‘Alaihissalam sempat ditegur dengan keras oleh Allah. Saat ia mengatakan “Tak ada yang lebih pandai daripada aku”. Begitu katanya. Sebab ia merasa pandai dan kuat dimasanya. Allah nasehatkan “Kesanalah, dan temuilah hambaku yang aku sendiri berikan ilmu kepada-Nya”⁣

Maka perintah itu pun segera ditunaikan. Bertemulah Musa ‘Alaihissalam dengan Khidir ‘Alaihissalam. Keduanya adalah seorang Nabi. Dari pertemuannya, Musa mengetahui kedalaman keilmuan Khidir. Musa tersadar, bahwa diatas langit masih ada langit⁣

Yang jelas, ilmu Allah, masih jauh lebih luas daripada siapapun di dunia ini. Maka jangan lagi ada kata ‘andai’ dalam kamus hidupmu. Sebab, semuanya telah direncanaka Allah. Jika berkenan dihatimu, alhamdulillah. Jika pun tidak, urutlah dadamu dan katakan “Mungkin ada rencana Allah yang aku sendiri tidak bisa memahaminya”⁣
………..⁣
“…Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, “Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu”. Tetapi katakanlah, “Qadarullah wa ma sya-a fa’al* (hal ini telah ditakdirkan Allâh dan Allâh berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya). Karena ucapan “seandainya” akan membuka pintu perbuatan syaitan” (HR. Muslim)⁣

@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com⁣⁣

Tinggalkan komentar

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening