Bersedekah untuk Berharap Hal Duniawi

Artikel ini akan membahas terkait apakah boleh bersedekah untuk berharap hal duniawi dan apakah boleh beribadah untuk masuk surga.

Berikut pertanyaan lengkapnya:

Pertanyaan: 

Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya ingin bertanya atas beberapa pertanyaan :

1. Saya pernah mendengar tentang keajaiban sedekah, dengan bersedekah kita dapat meminta kesehatan, rezeki (kekayaan) dll. yang bersifat duniawi. Apakah boleh sedekah agar untuk berharap hal duniawi tersebut dengan maksud bahwa yakin meminta hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan beribadah yang salah satunya adalah sedekah 

2. Bagaimana hukumnya apabila melaksanakan ibadah karena ingin masuk surga atau agar terhindar dari neraka?

Demikian pertanyaan saya. saya ucapakan terima kasih semoga kita senantiasa dalam lindungan dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin

Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah.

Syarat diterimanya sebuah amalan sebagai sebuah ibadah adalah ikhlas dan tidak menyelisihi tuntunan agama. Bertolak dari kaidah dasar ini, maka seorang yang melakukan jenis kebaikan dengan niat hanya untuk mendapatkan kebaikan dunia; maka dia tidak akan mendapatkan sedikitpun bagian dari Allah. Allah berfirman;

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ} [الشورى: 20]

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”. (as Syuura; 20)

Namun demikian, dalam banyak keterangan agama dijelaskan bahwa salah satu sebab terwujudnya kebahagiaan dan kebaikan dunia adalah dengan melakukan banyak ketaatan. Allah berfirman, menceritakan ajakan nabiullah Nuh alaihissalam kepada kaumnya ;

{ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا } [نوح: 10 – 13] 

“Mohonlah ampunlah kalian kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”. (Nuuh; 10-13)

Dari ayat ini diketahui bahwa istighfar adalah jenis ibadah yang dapat menyebabkan turunnya hujan, dikaruniai keturunan dan bertambahnya rezki.

Olehnya itu, maka keinginan seorang untuk mendapatkan kebaikan dunia yang Allah janjikan bagi mereka yang melakukan ketaatan tidaklah bertolak belakang dengan keikhlasan yang Ia jadikan syarat diterimanya amalan kebaikan itu sebagai ibadah.

Ulama berkata bahwa ikhlas itu ada tiga tingkatan, yaitu; Tingkatan pertama; Ikhlasnya para nabi dan rasul. Mereka melakukan ketaatan semata karena kecintaannya kepada Allah dan tidak sedikitpun terbetik dunia dalam benaknya.

Tingkatan ke-2; Seorang yang melakukan ketaatan untuk mendapatkan kemaslahatan akhirat, misalnya agar terhapus dosa-dosanya atau untuk mendapatkan surga.

Tingkatan ke-3; Seorang yang melakukan amal kebaikan dengan niat ikhlas kepada Allah, namun disamping itu, ia juga berharap mendapatkan kebaikan duniawi.

Demikianlah tiga tingkatan ikhlas, dan yang selain itu adalah riya dan masuk dalam kategori syirik.

Mudah-mudahan penjelasan ini sudah dapat menjawab 2 pertanyaan yang diajukan. wal hamdulillah Rabbil ‘Aalamiin.[]

(Dijawab oleh ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc.)

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening