Oleh: Muhammad Ayyub M., S.KM

Pembaca rahimakumullah, pada edisi lalu telah dibahas mengenai beberapa aturan berolahraga. Pada edisi ini akan dibahas mengenai dampak berolahraga secara berlebihan atau yang dikenal dengan istilah overtraining.

Berolahraga secara tepat dan seimbang akan menyehatkan tubuh, namun sebaliknya berolahraga secara berlebihan dapat membahayakan tubuh, menyebabkan kelelahan yang berkepanjangan dan kematian yang terjadi secara tiba-tiba. Seperti yang dialami oleh seorang artis sekaligus politisi yang meninggal akibat serangan jantung setelah berolahraga secara berlebihan.

Kata pepatah “Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik”. Pepatah ini ternyata sesuai dengan wahyu. Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raaf: 31)

Lantas, apa saja dampak berolahraga secara berlebihan? Berikut beberapa dintaranya.

Meningkatkan Produksi Radikal Bebas

Produksi radikal bebas dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperi rokok, zat kimia, sinar UV, dan polutan. Selain itu, produksi radikal bebas juga dapat disebabkan oleh faktor internal yaitu pada saat kita bernafas.

Pada saat bernafas, terjadi proses pembakaran di dalam tubuh yang menghasilkan produk sampingan berupa radikal bebas. Nah, jika kita melakukan olahraga secara berlebihan apalagi sampai “ngos-ngosan” maka hal itu dapat meningkatkan proses pernapasan yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi radikal bebas sampai pada jumlah yang tidak dapat ditolerir oleh tubuh.

Mengganggu Kesehatan dan Kesuburan Wanita

Seorang dokter spesialis reproduksi dan endokrinologi di Illinois, dokter Eve Feinberg mengatakan bahwa olahraga secukupnya sangat penting dalam menjaga kesehatan wanita. Kualitas olahraga harus didahulukan dibanding kuantitas. Untuk itu bagi mereka yang sudah terjangkit kecanduan olahraga, sebaiknya berkonsultasi dengan para ahli, agar olahraga yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi tubuh.

Dalam sebuah studi yang dilakukan di Norwegian University of Science and Technology dinyatakan bahwa olahraga berlebihan bisa merusak kesuburan wanita. Rusaknya kesuburan ini terjadi setelah wanita melakukan olahraga tiga kali lipat dibanding orang-orang yang melakukan olahraga normal. Studi ini merupakan lanjutan dari studi di Harvard University yang menemukan fakta bahwa atlet wanita yang aktif seringkali mengalami gangguan siklus menstruasi atau datang bulan dan hormonal.

Memperbesar Jantung

Olahraga yang bersifat kompetitif jika dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan pembesaran jantung. Terutama pada olahraga mengangkat beban yang berlebihan. Pada saat mengangkat beban, biasanya kita akan menahan nafas, sementara menahan nafas saat mengangkat beban membuat udara tidak bisa keluar dari jantung, dan pada saat itulah jantung akan membesar.

Ketika kita masih aktif berolahraga, pembesaran jantung tidak akan memberikan efek papun, apalagi jika olahraga tersebut masih dilakukan secara rutin. Efek jantung membesar baru terasa ketika kita sudah menghentikan rutinitas berolahraga, jantung yang besar akan seperti rumah kosong tak berpenghuni. Jadi, kurang berfungsi dan akan cepat lelah.

Semoga bermanfaat[]

Sumber: Majalah Sedekah Plus Edisi 25

Tinggalkan Balasan