JIKA LIDAHMU
Jika lisanmu sering menyebut asma Allah, menyebut kebaikan-kebaikan, juga selalu menjaga lisan mu dari perkara-perkara yang bathil, maka hatimu pun tak jauh dari apa yang lisanmu ucapkan, itulah hati yang hidup
Lisan adalah cerminan hati. Tak mungkin cermin yang bening, berasal dari hati yang kotor. Karena pipanya berbeda. Sebab keluarannya tak sama. Jadi, andaikan lisanmu berkata baik namun hatimu kotor, ketahuilah—kamu telah mengingkari satu dari banyaknya perkara dosa yang telah Allah larangkan
Kamu berani berkata yang kedengarannya baik, namun nyatanya itu adalah dusta dan sebuah kebohongan. Kamu berani mengatakan, yang seolah-olah enak untuk didengarkan. Padahal sejatinya, itu tak benar, hanya fiktif
Apabila menyebut asma Allah pun engkau jarang, lisanmu tak jauh dari dusta, kefasikan, perkataan yang kotor, lisan yang gemar mencaci, menghina, menggunjing, maka kebaikan pun jauh dari hatimu, itulah hati yang mati
Ubahlah kebiasaan. Bahwa yang keluar dari lisan hanyalah hal-hal yang baik adanya. Bukan sebuah kedustaan dan kepalsuan. Bukan sebuah fitnah ataupun ghibah. Tapi yang keluar satu-satunya ialah yang benar, yang jujur, dan bersih
……………
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS. Al-Ahzab : 58)
@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com