Oleh: Muhammad Harsya Bachtiar,Lc
إنَّ الحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعينُهُ وَنَسْتَهْديهِ وَنَشْكُرُهُ، وَنَعوذُ بِاللهِ مِنْ شُرورِ أَنْفُسِنا وَمِنْ سَيِّئاتِ أَعْمالِنا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلا هادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسولُهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبيبُهُ وخَلِيلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلّم على محمدٍ وعلى ءالِ محمد كَمَا صَلَّيْتَ على إبراهيمَ وعلى ءالِ إبراهيمَ وبارِكْ على محمدٍ وعلى ءالِ محمدٍ كَمَا بارَكْتَ على إِبراهيمَ وعلى ءالِ إبراهيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، قال الله تعالى في كتابه الكريم:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ) ال عمران:102.
أمّا بعد:
Maasyirol Muslimin yang dimuliakan Allah..
Pertama-tama,Mari kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah ta’ala, karena atas nikmat dan karunianyalah sehingga kita bisa berkumpul di salah satu rumah, di antara rumah-rumah Allah ini, guna sama-sama melaksanakan salah satu kewajiban kita yaitu salat jumat secara berjamaah.
Yang kedua, mari tak henti-hentinya kita lantunkan shalawat dan taslim kita kepada teladan kita, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, karena atas karunia Allah, melalui perjuangan beliaulah beserta para sahabatnya sehingga sampai saat ini kita masih bisa merasakan indahnya dan nikmatnya Iman dan Islam.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah..
Umat Islam tanah air dihebohkan dengan istilah radikal yang belakangan muncul menyusul pernyataan sejumlah pejabat pemerintah. Sejumlah media pun ramai mengangkat kembali isu kontroversial tersebut dan menghiasi berbagai beranda akun media sosial kita.
Seperti yang Kita telah saksikan, berseliwerannya berita-berita tentang isu Islam Radikal bermula dari kasus penusukan seorang jenderal yang pelakunya dikaitkan dengan penganut paham radikalisme namun belakangan terungkap, pelakunya diduga mengidap kelainan jiwa. Lalu muncullah wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dianggap merupakan ciri Islam yang radikal. Wallahul Mustaan..
Kaum Muslimin yang dirahmati Allah..
Isu Islam radikal adalah isu yang sangat merugikan umat Islam, pemeluk agama mayoritas yang telah memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah dan mempertahankannya hingga hari ini. Timbul dan tenggelamnya isu ini bukanlah hal yang datang kembali dengan tiba-tiba, kecurigaan seputar campur tangan pihak-pihak pembenci ajaran Islam juga perlu ditanggapi dengan hikmah dan bijak serta mengedepankan akal sehat dan hati yang jernih.
Lalu bagaimanakah sikap kita, umat Islam menghadapi isu radikalisme ini? Untuk mengetahui bahaya isu ini, mari kita simak baik-baik hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut ini:
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah –rhadiyallahu anhu- bahwa ketika Umar bin Khattab –rhadiyallahu anhu- meminta izin kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul seorang gembong kaum munafik di kota Madinah kala itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarangnya dan mengatakan:
(لاَ يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّ مُحمداً كَانَ يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ (رواه البخاري (3518) ومسلم (2584).
“Agar manusia tidak mengatakan bahwa Muhammad membunuh sahabatnya”. Hr.Bukhari (3518) dan Muslim (2584).
Hadis ini menunjukkan tentang bahayanya isu-isu negatif terhadap Islam dan pentingnya menjaga nama baik dan citra Islam. Di dalam hadis ini Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang para sahabat untuk membunuh kaum munafik, padahal dalam membunuh kaum munafik ada maslahat yang besar, namun tatkala perbuatan tersebut dapat menimbulkan bahaya dan fitnah yang lebih besar lagi, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam melarangnya. Lalu fitnah dan bahaya apakah yang lebih besar dari maslahat membunuh kaum munafik? Bahayanya adalah rusaknya nama baik dan citra Islam, yang mana bila citra dan nama baik Islam telah rusak, maka manusia tidak akan masuk ke dalam agama ini dan lari daripadanya.
Imam Malik –rahimahullah- ketika ditanya tentang sikap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang enggan membunuh kaum munafik tersebut beliau mengatakan:
(إن رسول الله صلى الله عليه وسلم لو قتله بعلمه فيهم وهم يظهرون الإيمان لكان ذريعة إلى أن يقول الناس يقتلهم للضغائن أو لما شاء ذلك فيتمنع الناس من الدخول في الإسلام).
“Sesungguhnya jika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membunuh mereka (kaum munafik) dengan pengetahuannya tentang (kemunafikan) mereka, disaat mereka menampakkan keislaman mereka, maka ini bisa menjadi wasilah akan berkatanya manusia bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam tidaklah membunuh mereka kecuali karena kedengkian, dan bilamana isu ini telah tersebar maka manusia akan enggan masuk ke dalam Islam.”
Dari perkataan Imam Malik di atas, dapat dipahami bahwa orang-orang yang berada di luar Islam hanya menghukumi sesuatu dari yang tampak saja, mereka hanya tau bahwa kaum munafik adalah seorang muslim yang sama seperti yang lainnya, dan ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam membunuh mereka (kaum munafik), mereka akan menganggap bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam membunuh ummatnya dan mengajarkan kepada ummatnya untuk membunuh sesama, yang mana ini adalah ajaran kekerasan dan radikal, dan jika stigma negatif ini telah terbentuk, maka manusia akan enggan masuk ke dalam Islam, dan ini sangat bertentangan dengan risalah utama yang dibawa oleh Islam, yaitu risalah Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman:
(وَمَا أَرْسَلْنَاك إِلَّا رَحْمَة لِلْعَالَمِينَ) الأنبياء :107
“Dan kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali rahmat bagi seluruh alam” Qs.Al-Anbiya:107.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah..
Namun bila ada yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan dan radikalisme, maka ini bagaikan orang yang mengatakan panas adalah dingin,cahaya adalah gelap dan siang adalah malam, karena sesungguhnya apa yang ia katakan terbalik 180 derajat dari fakta yang ada. Faktanya adalah Islam hadir di tengah-tengah ummat manusia dengan tujuan menghilangkan kekerasan dan radikalisme.
Islam hadir di zaman dimana manusia membunuh anak-anak perempuan mereka, Islam datang dan melarangnya, Allah berfirman:
(وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ) الأنبياء:151
“Dan janganlah kalian membunuh anak kalian karna takut kefakiran” Qs.Al-An’am:151
Islam datang di zaman dimana manusia gemar membunuh sesamanya, Islam datang dan mengharamkannya, Allah berfirman:
(وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ) الأنبياء:151
“Dan janganlah kalian membunuh nyawa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan cara yang hak,demikianlah diwasiatkan kepada kalian agar kalian berakal” Qs.Al-An’am:151.
Bahkan lebih daripada itu, Agama yang mulia ini melarang ummatnya bukan hanya sekedar berbuat kekerasan kepada sesama manusia, namun lebih dari itu, Islam datang melarang ummatnya untuk berbuat kekerasan bahkan kepada hewan atau binatang. Disebutkan di dalam hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa ada seorang yang masuk kedalam neraka disebabkan kerena perbuatannya yang menyiksa seekor kucing, sedangkan disisi lain Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa ada seorang wanita pelacur yang diampuni dosanya hanya karena memberikan seteguk minuman kepada anjing yang sedang kehausan. Inilah nilai-nilai Islam, Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang jauh dari kesan kekerasan dan radikalisme yang digembor-gemborkan musuh.
Kaum Muslimin yang dijayaka Allah.
Meski Islam adalah agama yang lembut dan jauh dari ajaran radikalisme, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada segelintir dari ummat ini yang terjatuh ke dalam lembah pemikiran radikalisme. Khawarij adalah contoh nyata yang menegaskan hal ini.
Pemahaman radikalisme yang mungkin menjangkit kepada segelintir ummat ini, bukanlah dikarenakan ajaran Islam yang mengajarkan hal tersebut, namun kesalahan mereka dalam memahami dalil-dalillah yang membuat mereka terjerumus dalam lembah kenistaan ini.
Dalam menghadapinya banyak cara-cara yang dapat dilakukan, dan yang paling utama adalah dengan senantiasa meningkatkan dan menggalakkan kajian-kajian dan diskusi-diskusi ilmiah yang berasaskan akidah Ahlusunnah wal jamaah dengan pemahaman para sahabat dan para salafussaleh, karena inilah satu-satunya yang dapat mencegah dari keracunan pemikiran yang berbahaya ini.
Dan bila pada prakteknya, ditemukan ada orang-orang radikalis atas nama Islam yang ternyata dalam kehidupan sehari-harinya mengenakan simbol-simbol syariat yang agung pada dirinya, seperti bercelana cingkrang,berjanggut atau bahkan berkerudung dan bercadar, maka tentu bukannya simbol-simbol syariat ini yang mesti diperangi, namun orangnyalah yang mesti diperangi
Adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah menyebutkan bahwa diantara sifat-sifat dari pemberontak Khawarij adalah senantiasa memperbanyak salat dan membaca Al-Qur’an, namun beliau alaihisshalatu wasallam hanya menyeru untuk memerangi orangnya bukan syariatnya yang ada pada diri mereka, karena syariat tetaplah syariat meski dia berada bersama orang-orang yang fasik dan batil, sedangkan kemaksiatan tetaplah kemaksiatan meski ia hinggap bersama orang-orang yang alim dan saleh.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ.
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ :
Sidang Jamaah jumat yang dimuliakan Allah,
Sebelum kita mengakhiri khutbah kita pada hari Jumat yang mulia ini, marilah kita kembali melantunkan shalawat dan taslim kita kepada baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
فَاِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.