KIPRAH DAKWAH USTADZ SHALEH, DAI QUR’ANI DI BENGKULU
WIZ.or.id, Bengkulu Utara — Jika uang yang dicari, mungkin sudah lama Ustadz Shaleh meninggalkan dakwah di Jln Abu Hanifah No 68 Perumnas Lama, Kel. Purwodadi, Kec. Arga Makmur, Kab Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Honornya sebagai guru ngaji tak seberapa, meskipun ia juga terdaftar sebagai seorang pengajar honorer di sebuah Sekolah Menengah Pertama. Tanpa fasilitas yang lengkap, ia hidup di negeri orang selama bertahun-tahun.
Perjalanan ke tempat mengajar memang begitu melelahkan, dan tentu tidak mudah untuk dilaluinya. Sekali jalan, waktu yang ia butuhkan selama 30 menit. Permasalahan yang timbul dikarenakan banyaknya tanjakan membuat motor tuanya serigkali mogok ditengah jalan. “Kadang motor saya ini mogok karena memang sudah tua. Saya ingin sekali menggantinya, tapi sampai sekarang saya masih belum cukup uang,” katanya.
Berkat kegigihannya berdakwah, ia dipercaya menjadi khatib Jum’at di berbagai masjid di desanya dan juga beberapa desa sekitarnya. Di samping itu ia mengisi pengajian rutin di beberapa desa yang diselenggarakan warga setempat.
Motor tua yang biasa ia gunakan ia dapatkan dari wakaf dari seorang dermawan. Meskipun begitu, motornya yang sudah sakit-sakitan membuat ia waswas tatkala ditengah perjalanan tiba-tiba sakitnya kambuh. Tak mau mengecewakan jamaah, kadang honor yang ia dapatkan dari mengajar di sekolah pun ia gunakan untuk membiayai kegiatan dakwahnya.
Ketika ditanya mengapa tidak memilih pekerjaan lain yang lebih menjanjikan dengan lantang ia pun menjawab. “Dakwah bagi saya adalah merupakan tugas yang sangat mulia,” tegasnya.
Ia juga menyatakan sebetulnya tugas ini bukan hanya dibebankan kepada para mubaligh, da’i, ustadz dan semisalnya, tugas dakwah adalah merupakana tugas kaum Muslimin secara umum. “Setiap Mukmin laki-laki dan perempuan sesungguhnya mempunyai kewajiban yang sama dalam mengemban dakwah Islam ini”, bebernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *