Deni hampir saja bunuh diri. Setiap hari penglihatannya berkurang. Matanya kabur, perlahan-lahan ia mulai merasakan dunia semakin gelap dalam pandangannya.
Sampai suatu saat, salah seorang ustaz menasehati kedua orang tuanya untuk mendidik Deni di pondok pesantren.
Sampailah Deni Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Wahdah Cianjur dan kini telah menghafal sebanyak dua Juz Al-Qur’an, masyaallah.
Matanya mungkin terbatas. Namun cintanya pada Al-Qur’an bahkan bisa saja melebihi mata-mata orang normal lainnya.
Alhamdulillah, beras santri kita kali ini diberikan kepada Deni dan teman-temannya. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik, dan pahalanya sampai kepada kita
Jazakumullah khoiron
Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi