Lebih Baik dari Ramadhan Lalu

Oleh: Ustadz Askaryaman, S.Pd., M.Pd.

 

Sobat sekalian yang dirahmati Allah, suatu kesyukuran yang hanya patut kita panjatkan kepada Allah, karena tanpa terasa kita telah memasuki malam pertama di bulan Ramadhan 1441 H. Kedatangan bulan Ramadhan adalah nikmat agung atas orang yang Allah kehendaki.

Bulan Ramadhan datang membawa kabar gembira kepada mereka yang gemar beramal. Hati orang-orang bertaqwa membuncah karena keindahan hari-harinya diisi dengan ibadah. Ramadhan datang untuk mencuci dosa orang-orang yang bertobat dan menyesal, pintu-pintu surga-Nya dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

Begitu banyak keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan sehingga sangat sayang apabila dia hanya berlalu begitu saja seperti mana tahun-tahun yang lalu. Agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna dan berberkah, maka minimal ada 4 hal yang perlu diperhatikan:

 

  1. Bertekad untuk lebih baik dari Ramadhan yang lalu

Mari kita mencoba mengingat ulang kondisi diri dan ibadah kita di Ramadhan tahun yang lalu. Apakah puasa kita sudah memenuhi adab-adabnya atau sekedar tidak makan, minum dan berhubungan badan saja? Apakah Ramadhan tahun lalu kita rutin tarawih dan tilawah setiap harinya? Apakah kita termasuk orang yang untung atau rugi dalam Ramadhan kemarin?

Kalaulah kita termasuk orang-orang yang telah puasa sesuai dengan sunnah Rasul, mengisi hari-harinya dengan tilawah Qur’an, malamnya dengan banyak bersujud, maka bersyukurlah kita kepada Allah, dan kita bertekad untuk lebih meningkatkan lagi kualitas dan kuantitasnya. Namun apabila kita termasuk orang yang banyak lalai dalam mengisi Ramadhan di tahun yang lalu, maka tahun ini kita bertekad untuk lebih giat lagi beribadah sebagai tanda kesyukuran kita diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan.

Sobat sekalian juga harus punya target dan agenda program Ibadah Ramadhan. Tulis target dan agenda tersebut dan tempel di tempat yang mudah untuk Anda lihat. Dengan adanya agenda ini aktivitas kita insya Allah menjadi terkontrol dan meminimalisir dari hal-hal yang melalaikan kita.

 

  1. Mengilmui Ibadah Seputar Ramadhan

Hendaknya kita berusaha untuk memahami keutamaan dan hukum-hukum terkait ibadah puasa dan ibadah lainnya seperti tarwih, sedekah tilawah, zakat dan sebagainya. Dengan mengetahui keutamaan ibadah tersebut akan memberi motivasi untuk semangat beribadah, sedangkan memahami hukum-hukumnya agar kita lebih tenang dalam ibadah.

Ilmu-ilmu tersebut bisa sobat dapatkan dari kajian-kajian seputar Ramadhan baik menghadiri langsung atau lewat ceramah-ceramah, dari artikel, majalah atau buku-buku yang membahas Ramadhan.

 

  1. Menjaga Puasa

Berusaha untuk menjaga puasa agar lebih bermakna. Selain menunaikan syarat-syarat sah puasa juga berusaha menjaga sunnah-sunnahnya seperti sahur dan mengakhirkannya, menyegerakan berbuka, memberi buka, doa ketika berbuka dan sunnah lainnya. 

Juga berusaha menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa seperti marah dan emosi, berdusta, berkata kotor, mendengar, melihat yang buruk, makan minum berlebihan, serta menyia-nyiakan waktu.

“Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja” (HR. An-Nasai)

  1. Menghiasi Puasa

Sebagai upaya mengisi Ramadhan dengan ibadah, bukan hanya sekedar puasa saja, namun diisi dengan tadarus Al-Qur’an, sedekah, memberi berbuka, shalat tarawih, shalat dhuha, memperbanyak doa, menjaga shalat berjamaah di masjid bagi pria, i’tikaf, umrah dan ibadah-ibadah lainnya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menjalani ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya sehingga keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan dosa terampuni dan kita tercatat sebagai orang yang dibebaskan dari api neraka, aamin.[]

Tinggalkan Balasan