Wiz.or.id, Makassar — Suasana riuh khas anak-anak terdengar dari sebuah ruang sederhana di kawasan Aditarina, Kota Makassar, Selasa (23/6/2026). Sore itu, puluhan pasang mata menatap lekat ke depan, menyambut kehadiran secercah harapan baru yang dibawa dari jauh.
Di sudut TPA Ayah Bunda, jemari kecil seorang santri tampak perlahan meraba halaman sebuah buku Iqra yang mulai usang. Bagian ujungnya melengkung, beberapa lembarannya bahkan sudah lepas dari jilidan akibat seringnya berganti tangan. Selama ini, keterbatasan sarana belajar tak pernah menyurutkan langkah kaki anak-anak di Aditarina untuk datang mengaji. Namun, kerinduan akan fasilitas yang layak selalu ada dalam setiap doa sunyi para pengajar.
Kerinduan itu akhirnya terjawab. Melalui Program Tebar Al-Qur’an Nusantara, sebuah langkah nyata hadir menyapa mereka. Menjadi perpanjangan tangan dari kepedulian masyarakat, Abdul Fharid selaku fasilitator program melangkah masuk membawa senyum hangat beserta tumpukan mushaf baru dan buku Iqra yang masih wangi cetakan.
“Melihat binar mata anak-anak saat menerima Iqra dan Al-Qur’an baru ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apa pun. Setiap lembar yang mereka baca kelak akan menjadi aliran pahala yang tak terputus bagi mereka yang peduli pada masa depan generasi Qur’ani ini,” ungkap Abdul Fharid dengan penuh haru.
Tak butuh waktu lama bagi ruangan itu untuk berubah menjadi panggung penuh rasa syukur. Sebanyak 10 mushaf Al-Qur’an dan 41 buku Iqra baru kini telah berpindah ke pelukan para santri TPA Ayah Bunda. Bagi anak-anak yang baru memulai langkah mengenal huruf hijaiyah, kehadiran buku Iqra yang bersih memicu semangat yang berkali lipat. Sementara bagi santri lanjutan, lembar-lembar suci Al-Qur’an yang baru menjadi motivasi untuk menyempurnakan bacaan mereka.
Pihak pengelola TPA Ayah Bunda mengungkapkan rasa haru yang mendalam. Bantuan ini bukan sekadar alat bantu belajar, melainkan sebuah amanah besar untuk terus merawat benteng karakter keislaman anak-anak sejak usia dini di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Langkah kecil di Aditarina ini diharapkan mampu melahirkan dampak besar yang berkesinambungan. Ketika satu per satu huruf hijaiyah mulai dieja dengan lebih jelas dan lantang, saat itulah sebuah peradaban yang mencintai Al-Qur’an sedang ditenun dari sebuah ruangan sederhana di sudut Kota Makassar.
Luaskan manfaat sedekah Anda!