MENUNDA KEBAIKAN⁣

“Iya nanti sajalah”, demikian yang dikatakan dalam rangka menunda-nunda pekerjaaan atau amalan padahal masih bisa dilakukan saat itu, sedangkan keinginannya tuk masuk surga sangatlah besar.⁣
.⁣
.⁣
Kebiasaan kita adalah demikian, karena rasa malas, menunda-nunda untuk belajar, menunda-nunda untuk muroja’ah (mengulang) hafalan qur’an, atau melakukan hal yang manfaat lainnya, padahal itu semua masih amat mungkin dilakukan.⁣
.⁣
.⁣
Menunda melakukan banyak hal, karena menurut kita waktu masih panjang adalah was-was syaithon. ⁣
.⁣
.⁣
Al Hasan Al Bashri berkata, “Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.”⁣
.⁣
.⁣
Jika memang ada kesibukan lain dan itu juga kebaikan, maka sungguh hari-harinya sibuk dengan kebaikan. Tidak masalah jika ia men-set waktu dan membuat urutan manakah yang prioritas yang ia lakukan karena ia bisa menilai manakah yang lebih urgent.⁣
.⁣
.⁣
Orang sukses adalah mereka yang benar-benar menjaga waktu luangnya dengan baik. Tak ada yang lolos dengan kegiatan yang positif. Nabi ﷺ menasehatkan, muslim yang baik, adalah siapa pun yang meninggalkan apapun yang tak berfaedah terhadap dirinya dan orang lain⁣

“Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Q.S. Az-Zukhruf (43) : 37).⁣

@wahdahinspirasizakat | www.wiz.or.id | www.sedekahplus.com

 

Tinggalkan Balasan